Tiga Kapal TNI AL Isi Perbekalan

157
BERSANDAR : Tiga kapal milik TNI AL yang mencari korban pesawat Air Asia bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk mengisi bekal, Sabtu (3/1) pagi kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
BERSANDAR : Tiga kapal milik TNI AL yang mencari korban pesawat Air Asia bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk mengisi bekal, Sabtu (3/1) pagi kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
BERSANDAR : Tiga kapal milik TNI AL yang mencari korban pesawat Air Asia bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk mengisi bekal, Sabtu (3/1) pagi kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

TANJUNG EMAS-Sebanyak tiga kapal milik TNI Angkatan Laut (AL) yang melakukan pencarian korban pesawat Air Asia, bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu (3/1) pagi kemarin.

Ketiga kapal, masing-masing KRI Sultan Hasanudin, KRI Yos Sudarso, dan KRI Sutedi Senoputra. Ketiganya bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang bermaksud mengisi perbekalan untuk melanjutkan penyisiran di perairan laut Jawa.

“Kami bersandar untuk bekal ulang, baik bahan bakar, air tawar dan makanan. Selanjutnya, sore nanti (kemarin, red), kami berangkat lagi melanjutkan operasi pencarian korban pesawat Air Asia,” kata Kapten KRI Sultan Hasanudin, Letkol Laut Pelaut Heri Tri Wibowo, ditemui Radar Semarang, kemarin.

Dikatakan Heri, keputusan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, sebagai pangkalan terdekat. “Teluk Dumai tidak ada fasilitas yang memungkinkan. Bahan bakar dan air tawar kami sudah menipis. Selain itu, kondisi lautnya dangkal, sehingga tidak memungkinkan untuk sandar di sana,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan pencarian sejak informasi jatuhnya pesawat Air Asia menyebar. Dijelaskannya, tim yang ia pimpin pertama kali menemukan jenazah, pada Rabu (31/12) lalu, pukul 06:35.

Jenazah diperkirakan jenis kelamin laki-laki dengan ciri memakai kaos biru, celana hitam dan ada kalung monel. Usai menemukan jenazah, KRI Hasanudin merapatkan jenazah sore hari di Pangkalan Bun. “Usai bekal ulang, kami melanjutkan melakukan pencarian,” ujarnya.

Sementara itu, ratusan wisatawan yang berlibur di Pulau Karimunjawa terpaksa tidak bisa pulang, karena cuaca ekstrim. Intensitas ombak di perairan laut Jawa mencapai 2-3 meter. Sehingga kapal yang mengangkut para wisatawan tidak berani berlayar.

Kabag Bin Opsnal Direktorat Polair Polda Jateng, AKBP Wawan Kurniawan, mengakui intensitas ombak di laut Jawa masih tinggi. “Sebaiknya masyarakat mengurangi aktivitas di laut untuk sementara waktu,” katanya, kemarin.

Terkait adanya ratusan wisatawan di Karimunjawa, pihaknya telah menerjunkan satu unit kapal dan sejumlah personel Ditpolair untuk memantau perkembangan gelombang. “Nanti kalau cuaca sudah memungkinkan, pasti bisa pulang,” katanya.
Dikatakannya, intensitas gelombang saat ini masih terus bergejolak mencapai dua hingga tiga meter. “Gelombang tersebut diprediksi akan berlangsung selama bulan Januari 2015,” katanya.

Selain wisatawan, pihaknya juga mengimbau kepada para nelayan di pesisir utara Pulau Jawa agar lebih memperhatikan keselamatannya. “Kami hanya bisa mengimbau, agar semuanya hati-hati. Personel Dit Polair juga ditempatkan di setiap tempat pelelangan ikan untuk memberikan pemahaman,” imbuhnya.

Sebelumnya, akibat cuaca ekstrim, operasi penyisiran terhadap korban Pesawat Air Asia yang dilakukan Ditpolair dan Sat Brimobda Polda Jateng juga dihentikan sementara waktu. (amu/ida)