SEMARANG-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang rencananya akan digelar serentaj di 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah pada 2015, ditengarai bakal molor. Pasalnya, waktu persiapan yang terlalu mepet. Sedangkan, untuk melakukan pilkada serentak dibutuhkan persiapan matang yang cukup panjang.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Ikhwanuddin mengatakan bahwa sesuai Perppu nomor 1 tahun 2014, pelaksanaan Pilkada serentak memang akan digelar pada 2015. Tapi untuk pelaksanaannya, masih menunggu kejelasan dari pusat. “Persiapan cukup mepet, ada wacana jika pilkada serentak baru bisa dilaksanakan pada 2016,” katanya.

Ia menambahkan, KPU sudah membuat draft rancangan tahapan Pilkada. Jika Februari tahapan sudah bisa dimulai, maka estimasi pemungutan suara dilakukan Desember 2015. Tapi jika ada putaran kedua, pelaksanaannya dilakukan 2016. “Jika pemungutan suara bulan Desember, maka menyulitkan penyelenggara, karena waktu persiapannya mepet,” imbuhnya.

Ikhwan sendiri berharap agar Pilkada serentak dilakukan pada 2016. Dengan begitu, persiapan akan lebih panjang dan matang. Apalagi berdasarkan Perppu Pilkada, tahapan Pilkada serentak membutuhkan waktu cukup panjang. “Tapi kami masih menunggu pusat. Apapun keputusannya, bakal tetap dilaksanakan,” tambahnya.

Di Jawa Tengah, bakal ada 16 Pilkada yang rencananya akan digelar serentak 2015. Yakni Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kendal, Kota Magelang, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali. Kemudian Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, Kabupaten Blora, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, serta Kabupaten Pemalang.

“Masyarakat Jateng berharap agar persiapan matang, jadi pelaksanaan bisa maksimal. Ini suara rakyat bawah, ketika saya berkunjung ke daerah,” kata anggota fraksi PKS DPRD Jateng, Hadi Santoso. (fth/ida)