Hujan Deras, Kedung Wadas Longsor

168

GUNUNGPATI-Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Jumat (2/1) sore kemarin, mengakibatkan tebing di Jalan Dewi Sartika, Kedungwadas, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati longsor. Meski tak ada korban jiwa, longsoran tanah sempat menutup jalan dan menyebabkan kemacetan di lokasi tersebut.

Dari pantauan Radar Semarang Sabtu (3/1) kemarin, setidaknya ada dua titik lokasi di Jalan Dewi Sartika yang longsor. Titik longsor pertama setinggi 5 meter lebih. Sedangkan pada jalan yang sama hanya selang 110 meter dari titik lokasi pertama.

Salah seorang anggota Kelurahan Siaga Bencana (KSB) Dukuh Kalialang, Haryanto mengatakan longsor terjadi akibat hujan deras yang menggerus tanah tebing. Menurutnya, tebing tersebut sudah terjadi longsor dua kali.

“Saat itu, saya mengantar istri melewati jalan tersebut sekitar pukul 16.00 sore sudah longsor. Tapi hanya sedikit. Namun setelah saya pulang lewat jalan ini lagi, longsor malah bertambah banyak. Kejadian yang kedua ini sekitar pukul 17.00 sore,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Sabtu, (3/1) kemarin.

Menurutnya, tebing longsor tersebut setinggi 5 meter dari permukaan jalan. Banyaknya tanah yang longsor dan menutup akses jalan. Akibatnya arus lalulintas di kawasan tersebut macet.

“Banyak roda empat yang tidak bisa melintas. Sebab tanah longosran hampir menutup jalan. Kalau roda dua masih bisa lewat dengan cara menepi. Itupun harus hati-hati. Sebab pinggir jalan raya itu berupa tebing juga,” katanya.

Diakuinya, sepanjang Jalan Dewi Sartika memang rawan longsor. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika melintasi sepanjang jalan tersebut. “Jalan Dewi Sartika hingga menuju Kalialang memang rawan longsor. Pengendara harus hati-hati ketika melintasi jalan itu. Apalagi pada saat musim hujan seperti ini,” harapnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan, pihaknya bersama warga akan memasang bambu di bagian tebing di pinggir jalan yang rawan longsor. Selain itu, pihaknya bersama anggota KSB lainnya akan melakukan pemantauan pada titik-titik tebing yang rawan longsor juga.

“Tebing yang longsor sekalian dirapikan dan dipasangi trucuk bambu. Pohon yang membahayakan juga sekalian dirobohkan. Sebab, kalau sudah longsor seperti ini dan tidak dirapikan, nantinya membahayakan warga,” terang Hariyanto, Warga Kalialang.

Terpisah Kepala BPBD Kota Semarang, Iwan Budi Setyawan mengakui hujan deras yang mengguyur Kota Semarang mengakibatkan terjadinya beberapa bencana di Kota Semarang. Pihaknya menyebutkan beberapa lokasi di Mangkang Wetan, Kradenan dan Jalan Dewi Sartika.

“Di Mangkang Wetan ada saluran irigasi yang jebol, di Kradenan ada longsor kecil seperti halnya di Jalan Dewi Sartika. Kejadian ini tidak menimbulkan adanya korban jiwa,” jelasnya.

Pihak BPBD Kota Semarang saat ini telah siaga menghadapi bencana tersebut. Seperti halnya menyiapkan bantuan dan peralatan dalam penanganan bencana. “Bantuan sudah disiapkan seperti paketan sembako, selimut, tenda, tikar dan lainnya,” katanya. (mha/ida)