SIAP EVAKUASI: Tim dari Basarnas saat menyiapkan perahu karet untuk mengevakuasi warga di wilayah Kecamatan Margoyoso, Tayu dan Dukuhseti kemarin. (HERY SETIAWAN/JPNN)
SIAP EVAKUASI: Tim dari Basarnas saat menyiapkan perahu karet untuk mengevakuasi warga di wilayah Kecamatan Margoyoso, Tayu dan Dukuhseti kemarin. (HERY SETIAWAN/JPNN)
SIAP EVAKUASI: Tim dari Basarnas saat menyiapkan perahu karet untuk mengevakuasi warga di wilayah Kecamatan Margoyoso, Tayu dan Dukuhseti kemarin. (HERY SETIAWAN/JPNN)

PATI – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati dua hari terakhir ini membuat sejumlah desa di tiga kecamatan yang berada di wilayah Pati utara terendam banjir. Tingginya intensitas hujan hingga Sabtu (3/1) kemarin, membuat sejumlah rumah dan jalan desa terlihat masih tergenang.

Sebanyak 17 desa yang berada di Kecamatan Margoyoso,Tayu dan Dukuhseti dilanda banjir. di Kecamatan Margoyoso ada 4 desa yang tergenang. Di wilayah itu, banjir terparah berada di Desa Margotuhu dan Sumerak. Kondisinya semakin parah dengan jebolnya tanggul di Sungai Dumpil, Desa Sumerak sekitar 14 meteran.

Air dengan leluasa masuk ke pemukiman warga. Selain merendam ratusan rumah. Banjir juga menyebabkan akses jalan masuk desa terendam sedalam hingga 1 meter. Sehingga mengakibatkan aktifitas warga setempat terganggu.

Tidak hanya itu, debit air sungai yang sangat deras juga mengakibatkan jembatan yang terletak diantara Desa Margoyoso dan Margotuhu rusak dan nyaris putus. Kendati demikian, masih banyak beberapa kendaraan yang nekat melintasi jembatas itu. Warga setempat memberi tanda peringantan di tengah jebatan, untuk para pengendara agar berhati-hati saat melintasi jebatan.

Menurut keterangan salah seorang warga hujan deras yang turun sejak Jumat (2/1) lalu membuat debit air di sungai dumpil meluap. ”Banjir datang sekitar pukul 20.00. Sebelumnya terjadi hujan deras mulai dari pagi, karena debit airnya tinggi tanggul tidak kuat menampung air sehingga jebol. Selain itu, derasnya aliran sungai juga membuat jembatan nyaris putus,” ungkap Muhhadi, 54, salah satu warga di Desa/Kecamatan Margoyoso kemarin.

Sementara banjir di Kecamatan Tayu. Sedikitnya 10 desa yang tergenang banjir, selain menggenangi rumah warga, air yang meluber di jalan raya, juga membuat arus lalu lintas tersendat di jalan utama penghubung Pati-Jepara dan Jalan Tayu-Juwana.

Ketinggian air banjir diwilayah Tayu mencapai 50 hingga 80 sentimeter. Para pengguna jalan banyak yang harus memutar balik karena tidak berani menerjangnya. Bahkan beberapa kali ada motor yang nekat melintas, namun banyak yang mengalami mogok karenanya. Dari 10 desa tersebut, diantaranya Desa Margomulyo, Desa Jepat Kidul, Kedungsari, Tunggulsari, dan Dororejo.

Sedangkan untuk Kecamatan Dukuhseti, ada sekitar 3 desa yang tergenang. Meliputi Alasdowo, Ngagel dan Bakalan. Ketinggian air tiga desa itu, mencapai 40 hingga 50 sentimeter lebih. (ery/jpnn/smu)