12 Proyek Tidak Laku Lelang

166

SEJUMLAH proyek yang telah direncanakan Pemkab Wonogiri gagal terlaksana. Pada 2014 kemarin, tercatat ada 12 proyek senilai sekitar Rp 7,3 miliar tidak laku dilelang. Bahkan, beberapa proyek di antaranya sama sekali tak ditawar pemborong.

Di antaranya di Badan Keluarga Berencana Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Perempuan (BKBKSPP), Dinas Pendidikan (Dispendik) dan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso (SMS). Sembilan di antara 12 proyek yang tak laku dilelang itu merupakan kegiatan pembangunan yang dihelat Dispendik.

“Hingga berganti tahun, kami gagal melaksanakan 9 rencana pembangunan bidang pendidikan. Lelang atas sembilan proyek itu sudah kami lakukan beberapa kali. Tapi, tidak ada yang laku. Malah, ada yang sama sekali tidak ditawar rekanan peserta lelang. Totalnya bernilai sekitar Rp 4 miliar,” kata Kepala Dispendik Wonogiri, Siswanto, kemarin.

Sebagian besar proyek yang tak laku itu merupakan proyek pengadaan barang untuk menunjang proses pendidikan. Misalnya pengadaan buku untuk SMK, buku untuk SD, dan pengadaan peralatan perbengkelan SMK.

Kepala BKBKSPP Reni Ratnasari mengatakan, pihaknya gagal melelang dua rencana pembangunan gedung balai penyuluhan KB yang akan dibangun di Kecamatan Selogiri senilai Rp 160 juta dan Kecamatan Wuryantoro ada Rp 152,5 juta. Rencana pembangunan dua gedung itu sudah masuk APBD 2013 lalu. Karena tak laku pada 2013, dua proyek itu dimasukkan dalam APBD 2014. “Kami tidak tahu pasti mengapa rekanan tidak berminat pada pembangunan dua gedung balai penyuluhan yang kami tawarkan sejak 2013. Kami sudah memasukkan dua rencana pembangunan balai penyuluhan itu dalam APBD 2015 ini karena 2014 kemarin dua proyek itu juga tetap tidak laku,” kata Reni Ratnasari. (aw/bun/jpnn/smu)