KENDAL— Malang nasib yang dihadapi KP, 18. Berniat untuk berwisata ke Curug Sewu Kendal, perempuan asal Jatinangor, Bandung, Jawa Barat itu hampir jadi korban pencabulan. Korban nyaris diperdaya dengan cara diberikan minuman yang sudah diberi obat oleh orang tak dikenal sehingga ia tak sadarkan diri.

Saat tak sadarkan diri itulah, ia diduga akan dicabuli oleh dua orang yang tidak ia kenal. Untungnya, hal itu belum sempat terjadi dan segera diketahui pihak pegawai hotel. Korban yang tak sadar langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo, Kendal.

Awalnya, KP pergi berwisata ke puncak Gunung Sindoro bersama lima temannya dengan mengendarai motor. Saat pulang, ia hendak menuju wisata Curug Sewu di Patean, Kendal. “Sementara empat teman saya pulang ke Bandung, saya ditinggal bersama Anggi teman saya asli orang Patean,” katanya saat ditemui di RSUD, Jumat (2/1).

Kemudian ia diinapkan di Hotel Curug Indah, tak jauh dari Curug Sewu oleh sopir travel dan temannya Anggi karena kendaraan rusak dan mogok. “Saya dibawa ke hotel untuk menginap karena kondisi sudah malam sekitar pukul 19.00. Sedangkan Anggi, karena dia orang asli Patean pulang ke rumah” tuturnya.

Saat sampai di hotel, ia merasa kepalanya pusing, lalu berniat untuk membeli obat sakit kepala ke luar hotel. Saat itulah ia bertemu dengan dua orang yang tidak ia kenal. Dua orang tersebut menawarkan akan mencarikan obat. Sedangkan dirinya disuruh menunggu di kamar hotel.

Selang beberapa menit, dua orang tersebut kembali dengan membawa air mineral. “Lalu saya minum air itu. Tapi bukannya sembuh malah tambah pusing. Setelah itu saya tidak sadarkan diri,” lanjutnya.

Saat tak sadar itulah, ia diduga akan dicabuli oleh dua orang yang tidak ia kenal itu. Hal itu terbukti dengan adanya luka lebam merah ke biru-biruan dan tanda merah di leher bekas cupangan. “Sadar-sadar saya ya pas di rumah sakit ini, jadi dari hotel itu saya tidak sadar dan tidak tahu apa yang terjadi,” jelasnya.

Saat ini kondisinya masih lemas dan terbaring di RSUD dr Soewondo. KP mengaku jika kepalanya masih merasa pusing dan perutnya sakit. “Selama tidak sadar itu saya tidak tahu apa yang terjadi di hotel,” tambahnya.

Yono salah satu teman Anggi mengaku tidak mengetahui detil kejadian. Ia hanya diajak Anggi untuk menjemput KP yang tak sadarkan diri. “Anggi di telepon oleh pengelola hotel, katanya KP tidak sadarkan diri,” katanya.

Lalu ia dan Anggi menggotong tubuh KP yang pingsan dan diangkut menggunakan ambulans. “Kami tidak tahu apa-apa, tahu itu karena ditelepon pengelola hotel lalu membawa ke rumah sakit,” tandasnya. (bud/ric)