Penumpang Kereta Api Menumpuk di Stasiun

165
RASE
RASE
RASE

SEMARANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Jumat (2/1) kemarin sore menyebabkan sejumlah jalan di Kota Atlas tergenang air. Kendaraan yang nekat melintas banyak yang mogok.

Dari pantauan Radar Semarang di lapangan, Jumat (2/1) kemarin, jalanan yang tergenang air berada di Bundaran Taman Bubakan, Perempatan Pattimura, Kawasan Kota Lama, Jalan Kaligawe setelah palang pintu rel kereta api, Perempatan Silayur, Jalan Imam Bonjol, Jalan Thamrin, Jalan Tanjung tepatnya depan Stasiun Poncol, dan depan Stasiun Tawang. Selain itu, Jalan Muktiharjo Raya dan Jalan Barito juga masih tergenang air.

Air yang menggenangi di lokasi jalan tersebut berkisar 25 sentimeter hingga kedalaman 50 sentimeter atau setinggi mesin dan knalpot kendaraan. Sedangkan genangan air tertinggi berada di sepanjang Jalan Tanjung tepatnya berada di depan Stasiun Poncol yang mencapai setinggi 50 sentimeter. Kendaraan roda dua yang nekat melintas di lokasi tersebut banyak yang mogok.

Selain itu, tingginya genangan air yang berada di sepanjang Jalan Tanjung di depan Stasiun Poncol juga berdampak terhadap para penumpang kereta api yang hendak keluar dari stasiun tersebut. Terlihat para penumpang masih menumpuk memadati lobi stasiun. Pasalnya, kendaraan roda empat maupun roda dua tidak berani melintas masuk ke dalam Stasiun Poncol maupun Stasiun Tawang.

Bahkan, pengendara di Jalan Tanjung, Edi Yulianto, 38, mengaku terpaksa mendorong kendaraannya, akibat mesin motornya mogok ketika terjebak di dalam genangan air yang sangat tinggi. ”Banjirnya sangat tinggi, airnya sampai masuk ke dalam knalpot. Busi motornya juga kemasukan air. Mau tidak mau ya harus didorong,” ungkap warga Demak kepada Radar Semarang, Jumat (2/1), kemarin.

Warga Jalan Tanjung, Nur Rahmat, 47, mengatakan bahwa hujan yang turun sangat lebat dengan durasi yang sangat lama. ”Kawasan ini selalu tergenang air, setiap kali musim penghujan datang. Meski tidak lama, paling sebentar lagi surut. Harapan kami pemerintah segera memperbaiki saluran air yang kurang lancar,” usulnya.

Menanggapi hal tersebut, Suprapto Humas PT KAI Daop IV, Suprapto mengakui hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Semarang pada Jumat (2/1) kemarin mengakibatkan Jalan Tanjung tergenang air. Akibatnya stasiun tersebut terjadi penumpukan penumpang.

”Banyak kendaraan tidak berani masuk ke dalam stasiun. Tapi nantinya, kami akan bekerja sama dengan Pemkot Semarang dalam mengatasi genangan air yang terjadi pada setiap musim penghujan. Paling tidak, saluran air dan drainase diperbaiki,” katanya.

Dikatakan dia, dalam kerja sama dengan Pemkot Semarang, akan melakukan berbagai perbaikan di kawasan tersebut. Pada tahun 2015 ini sudah disiapkan anggaran dan tinggal pelaksanaannya.

”Dana sudah dianggarkan. Nantinya kami akan melakukan perbaikan terhadap saluran air di kawasan tersebut dan di Polder Tawang bersama Pemkot Semarang. Selain itu, kami juga akan mengaktifkan kembali Jalan Merak untuk digunakan pengendara,” terangnya.

Nantinya KAI akan melakukan perbaikan serta pelebaran akses di dalam lingkup Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol. Hal ini dilakukan supaya alat transportasi serta tempat pelayanan publik semakin luas.

”Nantinya gudang yang berada di Stasiun Poncol akan kami bongkar untuk parkir taksi dan tempat pelayanan publik. Selain itu, di dalam stasiun akan kami sediakan shelter Bus Rapid Transit (BRT) Semarang. Jadi bus tersebut bisa masuk ke dalam stasiun. Kami akan berkoordinasi dengan Dishub Kota Semarang,” paparnya.

Terpisah, Kabid Tata Air Dinas PSDA dan ESDM Kota Semarang, Kumbino mengakui telah melakukan berbagai upaya perbaikan saluran untuk mengurangi debit air di badan jalan yang rawan tergenang air. Bahkan, pihaknya juga telah mengaktifkan pompa air yang mati.

”Hari ini, Jumat (2/1), kami telah melakukan perbaikan saluran air yang berada di Bundaran Taman Bubakan. Nantinya air disedot dan dibuang ke Kali Semarang. Selain itu, tiga pompa kemarin yang mati juga sudah diaktifkan lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, pihaknya telah melakukan berbagai perbaikan saluran air yang bumpet atau tidak lancar di Perempatan Silayur dan Jalan Imam Bonjol. Sedangkan pada lokasi depan Kantor Pos Johar telah dilakukan inlead pembuangan air. ”Kami juga melakukan pengerukan pada berbagai wilayah untuk mengurangi genangan air,” pungkasnya.

Sementara, Kabid Pemanfatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Semarang, Sukardi hanya mengatakan program pembangunan yang berada di ranahnya masih dalam pembahasan dengan pimpinan. ”Program tahun 2015 ini, kami masih melakukan pembahasan dengan pimpinan pada minggu depan,” pungkasnya. (mha/ida/ce1)