PADAT PENGUNJUNG: Pada masa liburan ejak 20 Desember lalu, beberapa mal di Semarang dipadati pengunjung. Salah satunya Mal Ciputra. Namun mal ini tidak mempunyai lahan parkir yang memadai. Begitu juga dengan Mal Paragon. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
PADAT PENGUNJUNG: Pada masa liburan ejak 20 Desember lalu, beberapa mal di Semarang dipadati pengunjung. Salah satunya Mal Ciputra. Namun mal ini tidak mempunyai lahan parkir yang memadai. Begitu juga dengan Mal Paragon. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
PADAT PENGUNJUNG: Pada masa liburan ejak 20 Desember lalu, beberapa mal di Semarang dipadati pengunjung. Salah satunya Mal Ciputra. Namun mal ini tidak mempunyai lahan parkir yang memadai. Begitu juga dengan Mal Paragon. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Banyak warga Semarang dan sekitarnya menghabiskan masa liburan di mal. Sekadar jalan-jalan, hang out, atau belanja. Hal itu membuat tiga mal besar seperti Paragon, Ciputra, dan Java Mal dipadati pengunjung.

Sayang, peningkatan pengjunjung yang selalu terjadi setiap akhir tahun itu tidak dibarengi dengan penyediaan lahan parkir yang memadai. Tidak sedikit pengunjung Mal Ciputra yang terpaksa mengintari dua sampai tiga kali demi mendapatkan tempat parkir.

Fadilah Safitri, 26, misalnya. Salah satu pengunjung Mal Ciputra ini mengaku kerepotan mencari lahan untuk memarkirkan Honda Jazz-nya. Parking lot outdoor sudah dilewatinya tiga kali tetap belum dapat bagian. “Mungkin masih ada tempat di parking lot atas. Tapi akhirnya terpaksa parkir di Masjid Baiturrahman,” ungkapnya.

Keterbatasan lahan parkir ini diakui Public Relations Mal Ciputra Semarang Aisa R Jusmar. Menurutnya, masalah itu memang problem klasik. “Kami sudah berusaha seoptimal mungkin dengan memberikan lahan parkir tambahan di gedung samping mal,” ungkapnya.

Di liburan ini, pengunjung mal memang membludak. Menurut Aisa, terjadi pelonjakan pengunjung sejak 20 Desember lalu. Jika di hari biasa tercatat sekitar 35 ribu-40ribu, pada liburan ini, meroket hingga 45 ribu-55 ribu per harinya. “Memang sejak setelah penerimaan raport sekolah kemarin, jumlah pengunjung mulai mingkat,” imbuhnya.

Selain mengisi liburan bareng keluarga, tampak pengunjung menyerbu departement store yang menyediakan promo berupa potongan harga hingga 50 persen. Nanang Hidayatullah, warga Ngaliyan yang datang dengan istri dan kedua anaknya mengaku, ingin mencari baju baru sebagai hadiah kenaikan kelas anak-anaknya. “Memang sudah membayangkan kalau mal akan ramai pada saat-saat seperti ini. Tapi tidak menyangka kalau seramai ini. Tadi juga sempat kesulitan menari tempat parkir,” katanya.

Pemandangan yang sama juga terlihat di Mal Paragon Jalan Pemuda. Selain menyerbu toko pakaian, para pengunjung juga tampak berjejalan di lobi teater bioskop. Kepadatan pengunjung di Paragon tampak dari eskalatornya yang selalu penuh.

Dian Widiyanti, General Manager Sales Marketing dan Promotions Paragon Mal Semarang mengatakan mulai kebanjiran pengunjung sejak tanggal 15 Desember lalu. Kenaikannya sekitar 40 persen dibandingkan hari biasa. “Yang paling diminati adalah penyedia fashion, lantaran memberi diskon hingga 80 persen. Hal tersebut menstimulus masyarakat untuk berbelanja, untuk membelikan busana untuk anak-anak dalam ajaran baru,” ungkap Dian.

Sementara itu, bagian promosi Java Mal Qomarudi menuturkan, terjadi pelonjakan pengunjung hingga 100 persen di mal Jalan MT Haryono itu. Angka ini lebih banyak dibanding liburan natal-tahun baru pada tahun lalu. “Tahun kemarin tidak sebanyak ini. Mungkin karena sekarang ada pameran elektronik dan gadget di lantai dasar,” pungkasnya. (mg16/smu)