28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Mengaku Jaksa, Tipu Rp 8 Juta

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

BARUSARI – Lantaran gampang percaya dengan orang yang baru dikenal, menjadi malapetaka bagi Sulistiyanti, 39, warga Kelurahan Bendanngisor, Gajahmungkur, Semarang. Ia teperdaya oleh kenalannya, seorang pria yang mengaku bekerja sebagai jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng.

Pria itu mengaku bernama Kamulyana, warga Solo. Bahkan pelaku sempat menyerang dengan rayuan gombalnya dan menjanjikan akan menikahi korban. Namun ujung-ujungnya justru menggondol uang Rp 8 juta.

Dalam laporannya, korban menjelaskan, awal mula kenal dengan pelaku. Saat itu, korban bertemu dengan pelaku di warung makan milik korban di Pasar Ngaliyan Semarang, pada November 2014 Lalu.

”Dia pesan nasi kotak, mengaku bekerja di Kejati,” kata korban saat melapor kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Jumat (2/1).

Pertemuan itu berlanjut dengan perkenalan hingga terjadi komunikasi melalui ponsel. Hubungan terlapor dengan korban semakin dekat, hingga merambah membicarakan hal-hal pribadi.

Terlapor juga menyatakan bersedia akan menguruskan perceraian korban dengan suaminya yang sudah tidak harmonis. Keduanya semakin dekat dan menjalin hubungan. Bahkan terlapor berjanji akan menikahi korban.

Bulan November 2014 terlapor mulai memanfaatkan kedekatan hubungan tersebut. ”Dia meminjam uang Rp 4 juta, katanya sedang butuh uang,” imbuhnya.

Korban pun meminjami dengan pertimbangan sudah kenal. Setelah itu, saat terlapor hendak menguruskan proses cerai korban dengan suaminya, terlapor kembali meminta uang Rp 4 juta. Korban pun memberikannya.

Korban baru curiga saat terlapor lambat laun mulai menghindar dan sulit dihubungi. Hingga pada 30 Desember 2014 lalu, saat korban berusaha meminta kejelasan tidak ditanggapi. Bahkan setelah itu, justru menghilang entah di mana.

Korban yang merasa ditipu akhirnya memilih melaporkan pria tersebut kepada pihak berwajib dengan nomor LP/B/05/I/2015/Jtg/Restabes. Hingga kini kasus ini masih diselidiki oleh tim Reskrim Polrestabes Semarang. (amu/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -