Kejari Masih Miliki PR 4 Kasus Korupsi

203

AMBARAWA- Dari delapan kasus, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa sudah menyelesaikan 4 kasus korupsi di tahun 2014. Sementara 4 kasus lainnya masih menjadi PR (pekerjaan rumah). Diharapkan kasus-kasus tersebut bisa segea tertuntaskan.

Kasus yang masih dalam proses penyidikan adalah kasus dugaan korupsi pacuan kuda Arrowhead Park tahap II di Desa Tegalwaton Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Tersangka dalam kasus ini adalah pimpinan pelaksana proyek PT Tegar Arta Kencana, adalah AY dan pejabat pembuat komitmen, AF yang ketika itu menjabat Kabid Destinasi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Semarang.

Selain itu dua kasus korupsi lainnya yang masih proses penyelidikan yakni kasus di penyimpangan dana di Kecamatan Sumowono dan pengelolaan Rowo Boni, Banyubiru. Sedangkan yang masih dalam proses persidangan adalah dugaan korupsi beras rakyat miskin (raskin) oleh Kepala Desa (Kades) Popongan Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang, MS. “Untuk kasus korupsi raskin itu limpahan dari Polres Semarang sejak 2013 lalu. Saat ini sudah masuk tahap persidangan,” tutur Kajari Ambarawa Sila H Pulungan, Jumat (2/1) kemarin.

Kajari menjelaskan, kasus penyimpangan raskin dilakukan sepanjang 2009 hingga 2012, modusnya membuat daftar penerima manfaat raskin fiktif. Akibatnya negara dirugikan sekitar Rp 284,46 juta. Tersangka MS dikenai Primair Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 18 Ayat 1 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP Subsidair dengan ancaman hukuman antara 4 hingga 20 tahun penjara.

“Sedangkan untuk dugaan korupsi proyek pacuan kuda yang pembangunannya dibiayai APBD Kabupaten Semarang 2012 sebesar Rp 12 miliar masih dalam proses penyidikan atau penyelidikan,” imbuhnya

Ditambahkan Kepala Bidang Tindak Pidana Khusus (Kabid Tipidsus) Kejari Ambarawa Agus Darmawijaya, ada dua kasus lainnya yang saat ini masih dalam proses penyelidikan yakni kasus dugaan korupsi di Sumowono dan Rowo Boni, Banyubiru. Sayangnya Agus keberatan untuk mengungkap lebih detail, sebab dikhawatirkan akan menganggu proses penyelidikan. “Sepanjang tahun 2014 kemarin ada delapan kasus yang kita tangani. Dua hasil penyidikan Kejaksaan, sisanya limpahan Polres Semarang,” tutur Agus. (tyo/zal)