Wisatawan Melonjak, Lahan Parkir Sempit

237
SEMPIT: Lahan parkir di pintu masuk Gunung Tidar yang sudah tidak mampu menampung kendaraan para pengunjung. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU
SEMPIT: Lahan parkir di pintu masuk Gunung Tidar yang sudah tidak mampu menampung kendaraan para pengunjung. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU
SEMPIT: Lahan parkir di pintu masuk Gunung Tidar yang sudah tidak mampu menampung kendaraan para pengunjung. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU

MAGELANG – Jumlah wisatawan yang mengunjungi Gunung Tidar semakin meningkat. Pemerintah Kota Magelang membentuk unit pelaksana teknis dinas (UPTD) untuk mengawasi salah satu tujuan wisata Magelang tersebut. UPTD berada di bawah Dinas Pertanian (Dispertan).

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan, pembentukan UPTD tersebut untuk memfokuskan penanganan Gunung Tidar. UPTD juga diharapkan menjadi embrio Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Magelang. “Kalau sudah ada UPTD, penangannya lebih fokus, termasuk menertibkan pengemis yang ada di sekitar kawasan Gunung Tidar,” kata Sigit.

Hanya saja, banyaknya kunjungan wisata belum ditunjang dengan fasilitas parkir yang memadai. Lahan parkir yang tersedia sempit dan tak mampu menampung kendaraan wisatawan yang akan mengunjungi pakuning tanah Jawa tersebut. “Saat ini kami masih mengkaji lahan parkir. Intinya sedang kami rumuskan toko-toko yang ada di terminal lama untuk dipindah,” jelasnya. Saat ini terminal lama digunakan untuk parkir kendaraan.

Sigit juga menyebutkan, keramaian Gunung Tidar dirasakan meningkat setelah kawasan tersebut ditata oleh pemkot. Yakni membangun pagar beton, tangga menuju puncak, pendopo di area makam Syekh Subakir, toilet, pergola dan sebagainya. Biaya untuk mempercantik kawasan tersebut sekitar Rp 1,97 miliar.

“Sebetulnya saya ingin tempat wisata Gunung Tidar tidak hanya sebagai wisata religi saja, tapi juga ada usaha mikro kecil menengah (UMKM), kerajinan, bisa juga outbound, kuliner dan sebagainya,” akunya.

Salah satu pedagang makanan di depan pintu masuk Gunung Tidar, Purwadi, 30, mengaku senang dengan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. Sebab, pengunjung semakin banyak bahkan sampai dini hari pihaknya masih sering melayani pembeli.
“Kadang ada yang datang pukul 02.00 dini hari. Ya seneng, karena bisa mendorong ekonomi warga sekitar. Walau ramai, saya tidak pernah mematok harga jualan di atas harga normal,” ujarnya.

Selain itu, salah satu tim Jagawana Gunung Tidar Yoyok menyebutkan, kenaikan pengunjung sekitar 50 persen dari hari Suro. Selama liburan ini, pihaknya kedatangan rombongan peziarah dari berbagai luar kota. “Tiap harinya bisa sampai 15 bus besar. Itu belum ditambah puluhan mobil pribadi, dan puluhan motor. Sampai parkiran tidak cukup,” tandasnya.

Ia berharap, Pemkot bisa membuat lahan parkir dengan memanfaatkan tanah kosong yang ada di sisi selatan gunung. Diperkirakan lahan tersebut bisa menampung hingga 8 bus besar. (put/ton)