TUNJUKKAN SURAT : Para pekerja PT Dutatex menunjukkan surat pemberitahuan mogok kerja di depan kantor Dinsosnakertrans Kabupaten Pekalongan, Rabu (31/12). (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
TUNJUKKAN SURAT : Para pekerja PT Dutatex menunjukkan surat pemberitahuan mogok kerja di depan kantor Dinsosnakertrans Kabupaten Pekalongan, Rabu (31/12). (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
TUNJUKKAN SURAT : Para pekerja PT Dutatex menunjukkan surat pemberitahuan mogok kerja di depan kantor Dinsosnakertrans Kabupaten Pekalongan, Rabu (31/12). (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)

KAJEN-Ribuan pekerja PT Dutatex Pekalongan mengeluarkan ancaman bakal mogok kerja pada 12-14 Januari 2015 mendatang. Ancaman tersebut dibuktikan dengan surat pemberitahuan mogok kerja dan pendudukan perusahaan yang dilayangkan oleh Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional (PSP SPN) PT Dutatex kepada pihak perusahaan tertanggal 30 Desember 2014.

Ketua SPN PT Dutatex, M Khamdi mengatakan bahwa mogok kerja tersebut akan menurunkan 1800 pekerja, jika tuntutannya tidak diindahkan oleh perusahaan yang terletak di Jalan Raya Pekajangan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan tersebut. “Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan mogok kerja,” ungkapnya saat ditemui di halaman kantor Dinsosnakertrans Kabupaten Pekalongan, Rabu (31/12) kemarin.

Tuntutan tersebut meliputi hak normatif bagi pekerja yakni kenaikan upah sesuai UMK, diikutsertakan pekerja dalam program BPJS Kesehatan, dipekerjakan kembali 26 pekerja akibat PHK sepihak perusahaan. Selain itu, mereka menilai pihak perusahaan telah melakukan pelanggaran pidana sesuai UU Nomor 21 tahun 2000 tentang penghalangan kebebasan berserikat di pabrik sarung tersebut. “Hari ini (Rabu, 31/12), kami menyerahkan surat pemberitahuan mogok kerja. Mogok kerjanya tanggal 12-14 Januari 2015,” kata M Khamdi.

Langkah tersebut ditempuh, kata M Khamdi, lantaran berulang kali jalan mediasi yang ditempuh mengalami kebuntuan. Bahkan, perundingan birpartit pertama antara PSP SPN PT Dutatex dengan pimpinan perusahaan PT Dutatex dilakukan pada 20 Agustus 2014, Bipartit II pada 2 September 2014 dan Bipartit III pada 4 September 2014, dan semuanya tidak membuahkan kesepakatan.

Selain itu, imbuhnya, kebuntuan juga ditemukan saat mediasi dengan mediator Dinsosnakertrans Kabupaten Pekalongan. Yakni mediasi I pada 4 November 2014, media II pada 6 November 2014, mediasi III pada 12 November 2014 dan terakhir pada 25 November 2014. “Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, mogok kerja akan kami perpanjang, sampai tuntutan kami dipenuhi,” tegasnya. (hil/ida)