Perhiasan Korean Style akan Jadi Tren

199
PENJUALAN STABIL: Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US dollar, kenaikan BBM beberapa waktu lalu, dan naiknya rencana kenaikan tarif dasar listrik tidak berimbas banyak pada penjualan perhiasan. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PENJUALAN STABIL: Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US dollar, kenaikan BBM beberapa waktu lalu, dan naiknya rencana kenaikan tarif dasar listrik tidak berimbas banyak pada penjualan perhiasan. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PENJUALAN STABIL: Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US dollar, kenaikan BBM beberapa waktu lalu, dan naiknya rencana kenaikan tarif dasar listrik tidak berimbas banyak pada penjualan perhiasan. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Perpaduan antara warna putih dan emas dengan desain garis asimetris, diprediksi akan menjadi tren perhiasan pada tahun 2015 ini. Model ini pernah tren beberapa tahun silam ini, namun kini keluar lagi dengan model dan bentuk yang berbeda dan lebih berkiblat pada negeri Gingseng Korea Selatan sebagai pusat mode.

Store Manager Elegance Jewelry Semarang, Jay Arifin, mengatakan jika perhiasan bergaya Korea ini banyak diburu pembeli setelah korean style merebak di Indonesia dengan model yang mewah hingga simpel sesuai dengan kebutuhan sang pembeli. “Untuk gelang lebih cenderung dengan model cartier, sedangkan cincin lebh solitair dengan satu mata. Gelang dan cincin ini masih menggunakan perpaduan dua warna yakni putih dan emas,” katanya kepada Radar Semarang, kemarin.

Segmentasi pembeli perhiasan korean style sendiri lebih kepada masyarakat menengah ke atas yang memperdulikan fashion dan gaya hidup. “Biasanya yang beli remaja, eksekutif muda, pengusaha atau ibu-ibu rumah tangga yang sangat peduli terhadap kecantikan,” timpalnya.

Sementara itu, Manager Regional Elegance Jawelry, Arseno Adi menambahkan, jika melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US dollar, kenaikan BBM dan naiknya rencana kenaikan tarif dasar listrik tidak berimbas banyak pada penjualan perhiasan. “Kalau rupiah turun harganya akan turun, tapi kalau mengalami penguatan jelas akan naik, dalam dua hari terakhir penurunan pembelian hanya 10 persen saja,” ucapnya. (den/smu)