Banyak Perampokan Tak Terungkap

104

MUNGKID– Kasus kriminalitas di Kabupaten Magelang mengalami penurunan cukup signifikan di tahun ini. Hanya saja, sejumlah kasus menonjol belum juga terungkap.

Data Radar Kedu, sejumlah kasus menonjol pada 2014 ini diantaranya perampokan terhadap anggota panitia pemilu kecamatan (PPK) Windusari sebesar Rp 500 juta di April lalu. Kemudian perampokan di Indomaret Muntilan yang menyebabkan kerugian Rp 20 juta, pada Maret.

Bulan Januari, pelaku perampokan bertopeng dan bersenjata tajam yang menyasar di sebuah rumah di Dusun Karangsari Desa Sidoagung Kecamatan Tempuran juga belum teridenitifikasi. Saat itu, korban Sudarno menderita luka-luka dan kehilangan uang Rp 111 juta.

Sebelumnya pada September 2013 kasus perampokan bersenjata api juga belum terungkap. Saat itu, pelaku menembak dua warga yang sedang makan sate di kawasan Mendut Kecamatan Mungkid. Penjahat itu berhasil membawa kabur uang Rp 320 juta.

Kapolres Magelang AKBP Rifky mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan langkah-langkah untuk mengungkap kasus menonjol yang belum terungkap. Petugas masih terus menyelidiki untuk mencari petunjuk memecahkan kasus itu.

Menurut Rifky, pada 2014, kasus kriminalitas di Kabupaten Magelang turun dibanding tahun sebelumnya. Jumlah kejahatan tahun 2013 dicatat mencapai 335 sementara tahun ini turun menjadi 230 kasus. “Kasusnya beragam mulai curanmor, curat (pencurian pemberatan) curas (pencurian dengan kekerasan), KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), pencabulan, penipuan dan lain sebagainya,” ungkap dia di Mapolres, Rabu (31/12).

Dari kasus sebanyak itu, beberapa belum bisa diungkap. “Ada 71 kasus di tahun ini yang belum diselesaikan sampai ke persidangan,” katanya.

Lebih lanjut Rifky mengatakan, turunnya kasus kejahatan ini juga dikarenakan berbagai upaya preventif yang dilakukan kepolisian dan pihak terkait. “Upaya-upaya preventif akan terus dilakukan untuk mencegah tindakan kriminalitas,” jelas Rifky.

Diantaranya menggalakkan patroli strong point dan patroli dialogis. Kegiatan ini untuk meminimalisir kejahatan jalanan. “Kami juga ada program patroli sambang poskamling, polisi kulanuwun, dan patroli khusus Polwan setiap Jumat saat masyarakat melaksanakan ibadah salat jumat,” bebernya.

Selain itu, juga membuat program Masbro (Kambtibmas Broadcasting) sebagai upaya pelayanan prima kepada masyarakat. “Kami juga ada program Kring Serse setiap polsek dengan mengadakan apel pada pukul 24.00,” jelasnya.

Terpisah, Kapolres Temanggung AKBP Dwi Indra Maulana mengakui bahwa dari sekian ratus jumlah tindak kriminalitas yang terjadi di 2014, salah satu kasus dilakukan oleh anggotanya. Tindak pidana yang dilakukan oknum polisi ini berupa pencurian barang bukti.

Barang bukti yang dicuri adalah berupa sepeda motor jenis matic. Tindakan yang dilakukan Briptu P tersebut jelas menyalahi prosedur. Karena tidak dengan izin pihak penyidik.
“Kejadiannya sudah terjadi Juni lalu. Laporan ini sudah kami tindaklanjuti karena semua berkas sudah P21. Perkara kami limpahkan ke peradilan umum. Dan untuk selanjutnya akan kami lakukan pendisiplinan kepada yang bersangkutan, ” jelas Dwi Indra ketika ditemui, Rabu Sore (31/12).

Saat ini pelaku tengah menjalani hukuman dengan vonis 3 bulan. Dari catatan Polres Temanggung, selama 2014, tindak kejahatan mengalami kenaikan dibanding pada 2013. Jumlah kejahatan tahun ini ada 411 kasus, sementara tahun lalu Cuma 404 kasus.

Kasus yang paling menonjol selama 2014 adalah pencurian emas seberat 10 kg di Jalan S Parman 18, Butuh, Temanggung. Kasus tersebut terbilang cukup unik karena pemilik rumah mengaku tidak mengetahui adanya emas tersebut di areanya. “Untuk 2015 mendatang ada beberapa kejadian yang dirasa berpotensi konflik. Misalnya seperti pembangunan tempat ibadah, buruh tuntut KHL, kenaikan harga elpiji juga patut diwaspadai, lalu kelompok garis keras fanatik,” jelasnya. (vie/mg3/ton)

Silakan beri komentar.