Angka Kecelakaan Masih Tinggi

159
TERTIB BERLALU LINTAS: Suasana launching aksi peduli keselamatan berlalu lintas 2015 bersama Gubernur Ganjar Pranowo dan jajaran Muspida Jateng, Rabu (31/12) kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 TERTIB BERLALU LINTAS: Suasana launching aksi peduli keselamatan berlalu lintas 2015 bersama Gubernur Ganjar Pranowo dan jajaran Muspida Jateng, Rabu (31/12) kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

TERTIB BERLALU LINTAS: Suasana launching aksi peduli keselamatan berlalu lintas 2015 bersama Gubernur Ganjar Pranowo dan jajaran Muspida Jateng, Rabu (31/12) kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

MUGASSARI – Angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah selama 2014 ini, terbilang masih tinggi. Tercatat ada 15.426 kasus kecelakaan yang merenggut nyawa 2.087 orang, 941 luka berat dan 20.070 luka ringan. Kerugian materi mencapai Rp 15,8 miliar.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Istu Hari Winarto, sebetulnya jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013 lalu. Tercatat ada 19.320 kejadian, 3.192 orang tewas, 1.201 luka berat, 25.432 luka ringan dan kerugian materi mencapai Rp 23,070 miliar.

”Mengantisipasi hal ini, Polri membuat program Menuju Indonesia Tertib; Bersatu, Keselamatan Nomor Satu. Sebanyak 500 warga dari berbagai lapisan masyarakat termasuk klub motor dan mobil digandeng untuk menyukseskan program ini,” katanya saat launching aksi peduli terhadap keselamatan saat berlalu lintas 2015 dengan safety riding bersama Gubernur Ganjar Pranowo dan jajaran Muspida Jateng, Rabu (31/12) kemarin.

Menurut dia, sasaran program ini adalah para pelajar agar bisa menjadi pelopor ketertiban lalu lintas. Biasanya kecelakaan terjadi lantaran perilaku pengemudi yang cenderung tak mengindahkan aturan lalu lintas. ”Kesadaran setiap individu harus ditingkatkan. Caranya dengan tertib dalam berlalu lintas,” ujarnya

Program ini, lanjut dia, sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 4 tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan/RUNK. Ada lima pilar, di antaranya manajemen keselamatan jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah (Bappeda). Kedua jalan yang berkeselamatan yang bertanggung jawab pemerintah (Dinas PU), pilar ketiga kendaraan yang berkeselamatan tanggung jawab pemerintah (Dishubkominfo), pilar keempat perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan adalah tanggung jawab pemerintah (Polri) dan pilar kelima yakni penanganan pra dan pasca kecelakaan yang bertanggung jawab adalah pemerintah (Departemen Kesehatan dan PT Jasa Raharja). (den/ida/ce1)