KINERJA SETAHUN : Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi didampingi Wakapolres Kompol Umi Mariati saat menyampaikan kinerjanya dalam setahun di Mapolres Pekalongan, Rabu (31/12) kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)
KINERJA SETAHUN : Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi didampingi Wakapolres Kompol Umi Mariati saat menyampaikan kinerjanya dalam setahun di Mapolres Pekalongan, Rabu (31/12) kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)
KINERJA SETAHUN : Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi didampingi Wakapolres Kompol Umi Mariati saat menyampaikan kinerjanya dalam setahun di Mapolres Pekalongan, Rabu (31/12) kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)

KAJEN-Kasus pelanggaran yang dilakukan aparat kepolisian sepanjang tahun 2014 meningkat drastis. Terbukti pada tahun 2013 hanya ada 4 kasus pelanggaran, meningkat 475 persen di tahun 2014 menjadi 23 pelanggaran.

Kapolres Pekalongan, AKBP Indra Krismayadi mengatakan bahwa banyaknya kasus tersebut akan dijadikan koreksi untuk meningkatkan kinerja ke depan. Sebab, sanksi yang dijatuhkan merupakan konsekuensi setiap anggota yang melakukan pelanggaran.

“Semuanya sudah dilakukan penindakan dan sudah dilakukan sidang disiplin,” ungkapnya dalam acara konferensi pers di Mapolres Pekalongan, Rabu (31/12) pagi kemarin.

Kasus pelanggaran terbanyak yang dilakukan anggota pada 2014 adalah tidak menaati peraturan sebanyak 22 kasus. Kasus lain yakni menurunkan kehormatan dan martabat negara/Polri sebanyak satu kasus.

“Sebenarnya sistemnya sudah bagus, tapi memang sifat orangnya demikian. Maka ke depan, tetap menggunakan sistem yang ada. Ada yang melanggar, ditindak sesuai aturan,” tegasnya.

Dalam acara yang dihadiri seluruh jajaran Kapolsek tersebut, Kapolres juga mewanti-wanti agar meminimalisasi pelanggaran. “Untuk Narkoba, tidak bisa ditolelir,” imbuhnya.

Kendati begitu, ada sejumlah prestasi yang terukir di tahun 2014. Di antaranya diselesaikannya dua kasus menonjol yakni Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek Jalan Kalijambe-Ponolawen Kecamatan Sragi senilai Rp 897.470.060. Dalam kasus dengan kerugian keuangan negara Rp 53.707.950 tersebut ditetapkan seorang tersangka yakni Sunaryo, 68, warga Kecamatan Kesesi yang merupakan wakil direktur perusahaan rekanan, CV Gemini Bangkit.

Kasus menonjol lain adalah pencurian dengan pemberatan (curat) dengan sasaran barang berharga di sekolah. Dua tersangka yang berhasil diamankan adalah Sigit Pujianto, 30 warga Kecamatan Bebelan Kabupaten Bekasi dan Suherli, 28, warga Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Sejumlah sekolah yang dijadikan sasaran adalah SMA N I Talun dengan kerugian Rp 74,2 juta, SMP I Paninggaran dengan kerugian Rp 13 juta, SMK Nurul Ummah Paninggaran dengan kerugian Rp 12 Juta, MA Nahdliyah Talun dengan kerugian Rp 94,5 juta dan SMK N I Lebakbarang dengan kerugian Rp 40 juta.

Untuk penyelesaian penanganan kasus hingga P21 juga mengalami peningkatan. Dari 256 kejadian yang dilaporkan pada 2014, sudah ditangani 203 perkara atau 79 persen. Pada 2013 terdapat 330 perkara dan yang diselesaikan 215 kasus atau 65 persen. “Setelah dianalisa, di Kabupaten Pekalongan ini, setiap satu hari, 10 menit 13 detik terjadi satu tindak kejahatan,” ungkap Indra.

Selain itu, kata Indra, selama 2014 juga terjadi penurunan angka kejahatan/kriminalitas dari 330 kasus pada 2013 menjadi 256 kasus pada 2014 atau terjadi penurunan senilai 22 persen. Kemudian pelanggaran hukum/tipiring juga mengalami penurunan, dari 190 kasus pada 2013 menjadi 131 pada 2014 atau senilai 31 persen.

“Masyarakat harus tahu pekerjaan Polri dari tanggal 1 Januari hingga 31 Desember 2014. Kami berharap di tahun 2015 bisa lebih meningkatkan kinerja,” pungkasnya. (hil/ida)