TAK TERIMA : Ibu-ibu warga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang membawa karung berisi raskin tak layak konsumsi untuk dikembalikan ke gudang Bulog, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)
 TAK TERIMA : Ibu-ibu warga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang membawa karung berisi raskin tak layak konsumsi untuk dikembalikan ke gudang Bulog, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)

TAK TERIMA : Ibu-ibu warga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang membawa karung berisi raskin tak layak konsumsi untuk dikembalikan ke gudang Bulog, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK- Sejumlah warga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, kemarin, menggeruduk gudang Bulog di Jalan Sultan Fatah, Desa Katonsari, Kecamatan Demak Kota. Mereka terpaksa mengembalikan beras raskin pasokan dari Bulog setempat lantaran kondisi beras remuk, agak hitam, berjamur dan bila dimakan bisa menyebabkan perut sakit.

Warga yang mayoritas ibu-ibu rumah tangga itu merasa terpukul karena beras yang sebelumnya diterima ternyata sudah rusak dan tidak layak untuk dimakan. Dari desa, kalangan ibu-ibu itu naik kendaraan Tosa dengan dikawal beberapa warga lainnya. Mereka sembari membawa beras dalam karung serta menggendong anak-anak mereka turun. Setelah itu, tergopoh-gopoh menyerahkan beras raskin tersebut kepada Kepala Bulog Demak, Sri Hartati.

Di hadapan Kepala Bulog tersebut, ibu-ibu meminta agar beras raskin yang dikirim ke Desa Morodemak sebanyak 11 ton segera diganti yang layak makan. “Beras tidak layak konsumsi. Karena itu, kita bawa raskin ini ke Bulog supaya bisa dilihat sendiri buktinya,” ungkap Zaenah, salah seorang warga.

Aminah, warga lainnya menambahkan, warga yang mengkonsumsi raskin tersebut diketahui perutnya langsung sakit. “Perut sakit dan masuk angin,” katanya. Soleh, warga Morodemak lainnya menegaskan, bahwa dengan adanya raskin tidak layak tersebut, warga miskin tidak bisa terima. “Seakan orang miskin tidak dianggap. Padahal, kami sudah bayar Rp 9.500 per 5 kilogram. Bahkan, pihak desa sudah membayar langsung ke Bulog sebesar Rp 16 juta untuk beras 11 ton tersebut,” katanya.

Dia mengatakan, setelah protes ke Bulog, kemarin warga Morodemak langsung ramai-ramai mengembalikan raskin tersebut ke Balai Desa Morodemak. “Kita sudah kembalikan semua ke balai desa. Tapi, pihak Bulog tidak mau mengganti raskin jika segel karung rusak,” ujarnya.

Anggota BPD Desa Morodemak, Sulkan menambahkan, warganya trauma karena pada tahun sebelumnya warga yang mengonsumsi beras raskin dengan kondisi serupa tiba-tiba keracunan. “Mereka takut keracunan lagi,” jelasnya.

Menanggapi masalah ini, Kepala Bulog Demak, Sri Hartati berjanji akan mengganti semua raskin yang sebelumnya telah dikirim ke Desa Morodemak tersebut. “Kita tunggu dulu, berapa jumlahnya. Nanti, semua kita ganti,” kata dia. Menurutnya, beras raskin tersebut merupakan beras yang sebelumnya telah disimpan sejak Mei 2014 lalu. Selain ke Morodemak Bonang, raskin juga dikirim ke Kecamatan lainnya. “Untuk mengganti raskin ini, kita akan koordinasi dulu dengan Pemkab Demak,” jelas dia, kemarin. (hib/ric)