MENINGKAT : Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho ketika memaparkan kasus yang ditangani selama 2014 di aula mapolres setempat Selasa kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
 MENINGKAT : Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho ketika memaparkan kasus yang ditangani selama 2014 di aula mapolres setempat Selasa kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MENINGKAT : Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho ketika memaparkan kasus yang ditangani selama 2014 di aula mapolres setempat Selasa kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Kasus kriminalitas di Kota Magelang tahun 2014 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan penyelesaian kasus, tahun ini justu mengalami penurunan dibandingakan tahun lalu.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Zain Dwi Nugroho menjelaskan, jumlah kejahatan pada 2014 sebanyak 140 kasus naik 6 persen dari tahun sebelumnya 132 kasus. Dari jumlah tersebut, penyelesaian tindak pidana tahun lalu sebanyak 97 kasus sedangkan tahun ini turun menjadi 95 kasus.

“Walau Kota Magelang ini kecil, namun risiko kejahatannya sekitar 11 persen. Hal itu karena kota yang hanya tiga kecamatan ini menjadi pusat aktivitas beberapa kota lain di sekelilingnya,” katanya saat memaparkan situasi kamtibmas 2014, di aula mapolres setempat Selasa (30/12) kemarin.

Zain juga menyebutkan, jumlah personel polisi yang ada di wilayah Polres Magelang Kota 550, sedangkan jumlah penduduk berdasarkan sumber data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 adalah 130.955. Dengan begitu disimpulkan bahwa perbandingan antara polisi dengan masyarakat 1:234.

“Kami tidak bisa berkerja sendiri. Karena itulah, kami mengharapkan sinergitas masyarakat dengan polisi untuk menciptakan situasi kota yang kondusif. Itu bagian dari terobosan kami, yakni peran aktif dari masyarakat,” jelasnya yang mengaku masih lemahnya kesadaran masyarakat bersinergi dengan polisi.

Untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan situasi kota yang kondusif, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling). Selain itu membentuk polisi masyarakat (polmas) di masing-masing kampung yang terdiri satu Babinkamtibmas, dan tiap rukun warga (RW) ada dua polmas.

Zain juga menambahkan, upaya menekan tindak kejahatan pihaknya telah membagi tiga kecamatan dalam 45 kotak patroli yang ditempatkan di beberapa titik rawan kejahatan dan pusat keramaian. Tujuannya untuk mencegah tindak kejahatan dan niat jahat karena ada kesempatan.

Dalam kesempatan itu, Zain juga menyampaikan kasus besar yang ditanganinya yakni pelemparan bom molotov di rumah wartawan Frietqy Suryawan yang terjadi 24 Februari 2014 sekitar pukul 01.00 dini hari. Kasus tersebut berhasil diungkap 28 Mei 2014 lalu, dan kini tiga pelakunya sudah mendekam di Lapas II A Magelang.

“Selain itu kami juga mengungkap kasus penganiayaan dengan pemberatan di Jalan Beringin III, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan dengan korban Daniel Rahardianto. Dua pelaku sudah behasil kami tangkap, yakni Yoan Youqiza warga Samaitan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang yang menusuk korban dengan senjata tajam (sajam) dan Anen Heriyanto, 19, warga Kampung Tukangan Wetan, Kelurahan Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah yang awal mulanya memiliki masalah,” beber Zain satu pelaku lainnya bernama Gombloh masih dalam pengejaran.

Kendati demikian, ada satu kasus penemuan mayat di kolam Lapangan Borobudur International Golf & Country (BIGC) 24 September 2014 lalu sekitar 15.30 sore yang masih menjadi PR. Korbannya seorang pengamen bernama Refi Hermanto, 20. Pelakunya hingga kini belum berhasil ditangkap, kasus inipun masih dalam penyelidikan.

Selain kasus kriminal, pelanggaran lalu lintas juga menunjukkan tren kenaikan. Di antaranya, tilang naik 30 persen dari tahun sebelumnya. Semula 11.560 meningkat jadi 15.000, sedangkan teguran naik 53 persen dari 3.123 menjadi 4.737. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan kecelakaan lalu lintas, tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya 110, menjadi 93.

“Begitu juga dengan korban luka ringan turun dari 126 menjadi 101 atau turun sekitar 20 persen. Untuk korban beratnya, tahun lalu nihil, tahun ini ada 6. Kemudian untuk korban meninggal dunia tahun lalu 10, tahun ini meningkat menjadi 16 korban MD,” urainya. (put/lis)