MANGKANG – Sopir angkutan kota (angkot) trayek C9 jurusan Mangkang-Johar mulai memakai seragam, Selasa (30/12) kemarin. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya sopir tembak, serta menghindari tindakan kriminal yang dilakukan oleh sopir.

Pantauan Radar Semarang di lapangan, seragam yang dipakai tersebut dibagikan petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Semarang di Terminal Mangkang. Begitu menerima seragam warna merah kombinasi hitam bertuliskan ”Pengemudi” di bagian dada tersebut, para sopir langsung memakainya. Trayek C9 sendiri dilayani sebanyak 162 angkot. Sedangkan seragam yang dibagikan sebanyak 310 potong atau setiap sopir angkot mendapat dua seragam.

Ketua Paguyuban Angkutan Kota Terminal Mangkang, Tiga Roda, Joko Tri Hardanto, mengatakan, seragam ini untuk menghindari masuknya sopir dari luar wilayah yang masuk ke Terminal Mangkang. Selain itu, seragam ini untuk mengantisipasi tindakan kriminal yang dilakukan oleh para sopir.

”Kalau pakai seragam kan jelas. Mana sopir yang sudah terdata dalam paguyuban dan mana yang tidak,” katanya.

Kepala Dishubkominfo Kota Semarang, Agus Harmunanto mengatakan, pembagian seragam bagi pengemudi angkutan umum ini akan dilakukan untuk trayek lain. Namun pihaknya akan lebih dulu melakukan evaluasi dari penyeragaman sopir angkot trayek C9 ini.

”Kalau percontohan ini hasilnya bagus, tentunya kami akan menyeragamkan semua sopir angkutan kota dan bus dalam kota. Namun kalau tidak, ya tidak dilanjutkan,” ujarnya. (mha/aro/ce1)