BEROBAT: Ratusan warga saat antre berobat di Puskesmas Halmahera kemarin. (JOKO SUSANTO/RADAR SEMARANG)
 BEROBAT: Ratusan warga saat antre berobat di Puskesmas Halmahera kemarin. (JOKO SUSANTO/RADAR SEMARANG)

BEROBAT: Ratusan warga saat antre berobat di Puskesmas Halmahera kemarin. (JOKO SUSANTO/RADAR SEMARANG)

KARANG TEMPEL – Memasuki musim penghujan, penderita penyakit ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut cenderung meningkat. Hal itu terlihat di Puskemas Halmahera Semarang. Rata-rata pasien ISPA yang berobat mencapai 124 orang per hari.

Bagian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP3) Halmahera, Masruhan Guntur, SpM menyebutkan, pada November 2014, penyakit ISPA menduduki peringkat pertama. Tercatat selama November 2014 pasien ISPA yang berobat sebanyak 329 orang, disusul penderita faringitis 250 pasien, gigi 171 pasien, gangguan fungsi lambung 128 pasien, hipertensi 147 pasien, demam 119 pasien, diabetes melitus 108 pasien, diare 92 pasien, dan nyeri kepala 86 pasien.

”Kemarin saja (Senin, 29/12) jumlah pasien ISPA sehari mencapai 124 orang,” kata Guntur kepada Radar Semarang, Selasa (30/12).

Ia menambahkan, rata-rata penderita penyakit ISPA berusia 10 sampai 54 tahun. Kebanyakan pasien berasal dari luar wilayah kerja Puskesmas Halmahera.

Yesi, salah satu pasien asal Purwosari, Semarang Timur mengeluhkan pusing, batuk dan muntah-muntah selama 3 hari ini. Ia memilih Puskesmas Halmahera untuk berobat karena pelayanannya tertib dan ramah. ”Saya kalau sakit selalu datang ke Puskesmas Halmahera karena pelayanannya ramah, dokternya juga lembut dalam memeriksa pasien bahkan 4 anak saya lahir di puskesmas sini semua,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Suiswati, siswi salah satu SMA di Semarang. Ia juga berobat karena terkena ISPA.

Konsultan penyakit tropik dan infeksi, DR dr Umar Zein, DTM&H, SpPD, KPTI mengatakan, cuaca yang kerap berubah akhir-akhir ini rawan menimbulkan penyakit ISPA. Karena itu, perlu pencegahan sejak dini. Di antaranya dengan menyediakan sarana cuci tangan, menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, serta segera periksa ke dokter jika sudah terindikasi menderita ISPA.

Dijelaskan, ISPA ditandai demam, batuk dan pilek. Untuk itu, kata dia, perlu dilakukan pengobatan dini ketika mengetahui gejala-gejalanya, serta mengenali penyakit yang diderita. ”Selain itu kita harus rajin mencuci tangan memakai sabun waktu akan makan dan setelah BAB (Buang Air Besar), merebus air minum sampai mendidih serta menjaga kebersihan lingkungan,” pesannya. (mg21/aro/ce1)