Banser Siap Tangkal ISIS

348
UNJUK KEBOLEHAN : Anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Batang menunjukkan kebolehannya dalam ilmu bela diri pada Apel Banser, baru-baru ini. (GP Ansor Batang for Radar Semarang)
UNJUK KEBOLEHAN : Anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Batang menunjukkan kebolehannya dalam ilmu bela diri pada Apel Banser, baru-baru ini. (GP Ansor Batang for Radar Semarang)
UNJUK KEBOLEHAN : Anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Batang menunjukkan kebolehannya dalam ilmu bela diri pada Apel Banser, baru-baru ini. (GP Ansor Batang for Radar Semarang)

BATANG – Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Batang menyatakan siap menangkal gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Bentuk kesiapan tersebut kemarin ditunjukkan dengan memperkuat kemampuan anggota Banser yang terlatih baik secara fisik maupun mental.

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang, Umar Abdul Jabbar, mengungkapkan di 15 Kecamatan di Batang memang belum mulai ada gerakan yang menonjol tentang ISIS. Namun pihaknya bersama anggota Ansor lain telah melakukan pemetaan terkait daerah yang paling potensial diantara 15 Kecamatan tersebut. “Sudah mulai ada, namun untuk gerakannya belum menonjol. Namun ini merupakan embrio munculnya ISIS,” ungkapnya.

Terkait ancaman yang mengemuka baru-baru ini, yaitu tantangan ISIS kepada Banser, pihaknya menyatakan kesiapannya untuk menangkal ISIS. Bentuk kesiapan tersebut, kata Umar, dengan memperkuat barisan Banser yang terlatih baik secara fisik maupun mental. ‘Kami di Batang sudah mempunyai 4.000 personel yang tersebar di 15 Pengurus Anak cabang (PAC) dan terus kami koordinasikan,” katanya.

Pihaknya juga sedang melakukan pemetaan potensi ISIS dengan target bulan depan bisa terselesaikan. “Jadi jika suatu saat gerakan tersebut muncul, bisa langsung terdeteksi. Terlebih sekarang sudah terbentuk Densus 99 atau Asmaul Khusna,” katanya.

Terkait koordinasinya terhadap TNI/POLRI, ia mengaku pada Senin (29/12) pihaknya sudah di panggil ke markas Kodim Batang untuk membahas kesiagaan gerakan-gerakan Islam garis keras tersebut. “Kemarin koordinasi dengan TNI di Kodim Batang telah kita lakukan. Kita sudah mencurigai beberapa titik rawan yang nantinya akan lebih kita perketat pengawasannya. Melihat kelompok tersebut akan menghancurkan kesatuan dan persatuan NKRI,” tandasnya. (mg12/ric)