BALAI KOTA – Target pendapat asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata dianggap terlalu tinggi, sehingga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang berharap target tersebut dievaluasi. Pasalnya, target yang dipatok dianggap tidak sebanding dengan daya dukung akses jalan ke lokasi objek wisata.

Kepala Disbudpar Kota Semarang Masdiana Safitri mengatakan, PAD yang dibebankan tahun ini naik 17,5 persen dari 2013. Lebih tinggi dari ketentuan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang mengatur kenaikan setiap tahun hanya 12,5 persen. Meski begitu, dia enggan menyebutkan nilai target pendapatan daerah tersebut dan realisasinya sampai saat ini.

Menurutnya, target itu akan diupayakan dicapai melalui berbagai kiat untuk mengoptimalkan tempat wisata Bonbin Mangkang dan Goa Kreo. Tujuannya, untuk meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat, sehingga pemasukan semakin banyak. Namun, tahun ini hampir dipastikan pendapatan dari tiket masuk Bonbin Mangkang tidak dapat maksimal untuk mendongkrak PAD.

”Persoalannya, akses jalan ke Bonbin Mangkang sangat sulit karena macet akibat dampak perbaikan jalur pantura, padahal merupakan akses jalan utama ke bonbin. Bahkan, pernah kejadian rombongan dari Demak terpaksa balik arah karena jalan ke bonbin macet total,” kata Masdiana Safitri.

Menghadapi libur panjang (Natal dan Tahun Baru) sebenarnya wahana permainan di Bonbin Mangkang ditambah. Pihaknya juga menyediakan hiburan musik dan variasi hiburan lain untuk menarik masyarakat. Bahkan akan kerja sama dengan sekolah-sekolah agar wisata liburan anak-anak sekolah diarahkan ke Bonbin Mangkang. Namun kemacetan kendaraan akibat pengerjaan proyek jalan pantura itu benar-benar menjadi kendala.

”Hasil dari pantauan sendiri, ternyata macetnya memang benar-benar membuat kendaraan berhenti. Tentu kami tetap berharap dan optimis target (PAD)-nya nutup (tercapai), tapi kami berharap pemerintah provinsi menghentikan dulu pengerjaan jalannya biar akses ke bonbin dan Taman Lele lancar,” ungkapnya.

Dampak kemacetan karena pengerjaan proyek jalan itu sangat dirasakan pada beberapa bulan ini. Kedatangan pengunjung ke wahana edukasi satwa itu pun menurun drastis. Padahal pemasukan yang dihasilkan dari bonbin sangat membantu dalam mencapai target PAD.

Pada liburan Natal dan tahun baru ini, selain bonbin yang menjadi andalan menarik kunjungan wisatawan, juga ada Sam Poo Kong, Masjid Agung Jawa Tengah, dan Desa Wisata Kandri yang berdekatan dengan Waduk Jatibarang sebagai objek wisata favorit baru di Kota Semarang.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Danur Rispriyanto meminta Disbudpar agar tak hanya mengandalkan Bonbin Mangkang untuk mengejar target pendapatan daerah. Namun diminta memiliki cara lainnya agar menjadikan Semarang tujuan destinasi wisata. ”Target pendapatan daerah yang dibebankan kepada Disbudpar memungkinkan diberikan toleransi, namun alasannya harus masuk akal,” katanya.

Menurut legislator dari Fraksi Demokrat ini, Kota Semarang saat ini masih hanya menjadi transit bagi wisatawan. Sebagai Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang masih jauh dari harapan menjadi kota tujuan destinasi wisata. Padahal kota ini memiliki banyak sekali potensi wisata, baik berupa bangunan, kebudayaan, sejarah, dan lainnya. (zal/aro/ce1)