NURCHAMIM/RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/RADAR SEMARANG

BARUSARI – Sepanjang 2014, penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng menetapkan sebanyak 95 tersangka korupsi. Tahun ini, kasus korupsi yang ditangani oleh penyidik Polda Jateng mengalami peningkatan.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto mengatakan, tahun ini kasus korupsi mengalami peningkatan dibanding 2013 lalu. Selama 2013, ada 44 kasus dugaan korupsi. Berhasil diselesaikan sebanyak 62 kasus. 58 di antaranya telah dilakukan pelimpahan tahap II. Pada 2013, ada sebanyak 75 tersangka korupsi dengan kerugian total Rp 26.661.993.998.

”Sedangkan untuk 2014, ada 53 kasus dugaan korupsi dilaporkan. Sebanyak 78 kasus berhasil diselesaikan. 74 kasus di antaranya telah dilakukan pelimpahan tahap II. Tahun ini, kami menetapkan sebanyak 95 tersangka, dengan kerugian negara Rp 40.706.706.295,” beber Liliek.

Lebih lanjut dikatakan Liliek, sepanjang proses penanganan kasus dugaan korupsi pada 2014, terdapat 4 kasus dugaan korupsi dinyatakan tidak terbukti. ”Sehingga keempat kasus dugaan korupsi tersebut di-SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan, Red). Karena tidak terbukti,” katanya.

Keempat kasus tersebut masing-masing, kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Rembang untuk penyertaan modal dengan tersangka Waluyo, kepala bagian perekonomian Kabupaten Rembang. Kasus itu terjadi pada 2006–2007, dengan total perhitungan kerugian negara Rp 4,2 miliar.

Berikutnya adalah kasus dugaan korupsi pengadaan teks wajib SD/SMP tahun 2003/2004 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boyolali dengan tersangka Agus Mustafa, PNS setempat. Dalam kasus ini diduga merugikan negara Rp 8 miliar.
Selanjutnya, kasus dugaan korupsi pengadaan sarana prasarana di Pemkab Karanganyar tahun 2010 dengan tersangka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Narmo. Terakhir adalah kasus dugaan korupsi pengeloaan tempat khusus parkir dan MCK di Kabupaten Purwodadi dengan tersangka Walidi dkk. Dalam laporan dugaan korupsi ini diduga merugikan uang negara Rp 110 juta.

”Kami mengeluarkan SP3 karena masing-masing tersangka dinyatakan tidak cukup bukti,” imbuh Wadir Reskrimsus AKBP Endar Priantono.
Dijelaskannya, kasus korupsi yang selama ini terjadi berdasarkan modus pengadaan barang dan jasa terdapat 8 kasus, penyalahgunaan wewenang 12 kasus dan gratifikasi 33 kasus. Sedangkan berdasarkan pelaku, lanjut Endar, kasus korupsi dilakukan kepala daerah untuk tahun 2013 ada 2 orang. Sedangkan tahun ini tidak ada kepala daerah terbelit korupsi.
”Tahun ini ada 14 anggota DPRD terlibat korupsi, PNS sebanyak 27 orang, pejabat BUMN atau BUMD sebanyak 2 orang, Kepala Desa 22 orang dan swasta sebanyak 30 orang,” bebernya.

Sementara Wakapolda Jateng Brigjen Pol Slamet Riyanto menandaskan, secara umum, jumlah kejahatan pada tahun 2014 menurun dari tahun 2013, yakni sebanyak 10,6 persen. ”Jenis kejahatan terbanyak yaitu pencurian disertai pemberatan, pencurian motor, dan penipuan. Secara rinci, selama 2013 berjumlah 17.803 kasus. Sedangkan pada 2014, sebanyak 15.919 kasus. ”Trennya menurun 1.884 kasus atau 10,6 persen,” kata Slamet. (amu/aro/ce1)