SAR Siaga Satu di Jalur Pendakian

122

UNGARAN- Malam pergantian tahun pada 31 Desember 2014 nanti, diperkirakan ribuan warga merayakan di tempat-tempat wisata dan tempat keramaian. Tak terkecuali dengan Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu yang berada di Kabupaten Semarang juga bakal dipenuhi para pendaki yang ingin menikmati malam pergantian tahun di puncaknya.

Dikhawatirkan pada saat warga melakukan pendakian terjadi kecelakaan. Sebab kondisi cuaca di Gunung Ungaran setinggi 2.050 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu tidak menentu dan kerap turun hujan. Untuk membantu masyarakat dalam mengatasi korban kecelakaan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang mendirikan posko penanganan korban di Pos Pendakian Gunung Ungaran yakni di Pos Mawar dan Jimbaran. Selain itu juga ada personil siaga di Gedongsongo yang sering kali dijadikan lokasi turunnya para pendaki. Posko akan dilengkap dengan personil medis, obat-obatan, dan mobil ambulans.

“Poska akan kami dirikan di dua lokasi jalur pendakian dan mulai aktif 31 Desember 2014. Selain personil medis, poska lengkap dengan peralatan medis dan obat-obatan termasuk ambulance,” tutur Koordinator Tim Pelayanan Kesehatan Masyarakat PMI, Fathur Rahman mewakili Ketua PMI Kabupaten Semarang, Bintang Narsasi Mundjirin, Senin (29/12) kemarin.

Fathur menambahkan, kecelakaan yang sering terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya yakni para pendaki yang terkena hipotermia dan asma. Sehingga perlu penanganan cepat agar dapat terbebas dari sakit. Fathur juga menghimbau agar para pendaki tidak panik ketika terjadi masalah dalam perjalanan ke puncak. “Kalau membutuhkan pertolongan segera melapor ke nomor layanan 08122570636. Kami juga koordinasi dengan instansi terkait termasuk SAR,” imbuhnya.

Sementara itu Koordinator SAR Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Agus Surolawe mengatakan, pihaknya mulai melakukan siaga. Sebab menjelang pergantian tahun hingga pada puncak malam pergantian tahun Gunung Merbabu terutama jalur pendakian dari Getasan sangat padat oleh pendaki. Padahal cuaca kurang bersahabat karena sering terjadi hujan dan angin kencang.

“Di Merbabu sering turun hujan dan angin dari selatan cukup kencang, jadi harus waspada dan hati-hati. Untuk jalur pendakian aman dan tidak ada longsor. Kami minta pendaki harus mengisi formulir mulai dari identitas diri termasuk nomor ponsel ini penting jika terjadi sesuatu. SAR dan warga relawan saat ini mulai siaga satu,” pungkasnya. (tyo/zal)