Pelaku Peragakan 18 Adegan

124
BERDARAH DINGIN : Zaenal Mukorobin, pelaku pembunuhan guru SDN Kraton, Istanti saat rekonstruksi kasus tersebut di tempat kost korban kemarin. (Hanafi/radar semarang)
BERDARAH DINGIN : Zaenal Mukorobin, pelaku pembunuhan guru SDN Kraton, Istanti saat rekonstruksi kasus tersebut di tempat kost korban kemarin. (Hanafi/radar semarang)
BERDARAH DINGIN : Zaenal Mukorobin, pelaku pembunuhan guru SDN Kraton, Istanti saat rekonstruksi kasus tersebut di tempat kost korban kemarin. (Hanafi/radar semarang)

PEKALONGAN – Rekonstruksi kasus pembunuhan guru SDN Kraton, Istanti, 26 digelar secara tertutup, Senin (29/12). Rekonstruksi yang digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Teuku Umar Pasir Sari Pekalongan Barat Kota Pekalongan itu dijaga ketat oleh puluhan personel Dalmas dari Sabhara Polres Pekalongan Kota.

Lokasi dijubeli ratusan warga sekitar yang ingin melihat langsung wajah pelaku. Pelaku diturunkan dari mobil tepat pukul 10.00. Saat keluar dari mobil, pelaku pembunuhan, Zaenal Mukorobin, 21 warga Jalan Sulawesi gang 3 Bendan RT 3 RW 2 Pekalongan Barat tersebut langsung diteriaki huuuu oleh ratusan warga yang menonton proses rekonstruksi di depan kost korban. Masyarakat sekitar yang sebagian besar buruh batik bahkan rela menghentikan pekerjaan demi menonton rekonstruksi kasus yang cukup menghebohkan Kota Batik ini.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kasubaghumas Iptu Dwi Nugroho menjelaskan dalam rekonstruksi tersebut ada 18 adegan. “Dimulai dari saat pelaku melihat korban masuk ke kost. Pelaku masuk kemar korban, mencoba merampas, melakukan pembunuhan, mengambil harta korban sampai kabur dengan motor korban,” terang dia.
Pihaknya berani menggelar rekonstruksi di TKP asli untuk memudahkaan penyidik mengetahui alur kasus tersebut dengan pasti. Agar sesuai dengan pengakuan tersangka. “Kami gelar di tempat ini, karena keberhasilan tim kami untuk mengkondisikan dengan warga sekitar. Dan ternyata bisa berjalan lancar,” terang Dwi.

Pengacara pelaku, M Sokhe SH, mengatakan kliennya memang mengakui perbuatanya. “Saya ikut melihat, hanya mendampingi. Dari rekonstruksi korban memang melawan sehingga pelaku melakukan tindakan sampai pembunuhan terjadi,” ucapnya.
Saat pelaku kembali keluar dari kost korban untuk dibawa ke sel, warga yang memenuhi jalan depan rumah tersebut kembali meneriaki pelaku ‘huuuuuu’. Bahkan banyak yang merangsek ke depan karena penasaran dengan wajah pelaku secara langsung.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya Istanti, 26, warga Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, yang menjadi Guru Kelas IV A di SDN Kraton, ditemukan tewas di kamar kost nya di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Pasirsari, Pekalongan Barat, pada Sabtu (6/12) malam.

Istanti yang sedang hamil 8 bulan, meninggal karena dibunuh orang, dengan cara dibekap hingga mati lemas. Selain membunuh korbannya, pelaku juga membawa kabur satu unit sepeda motor Honda Supra X 125, laptop, dan perhiasan milik korban. (han/ric)