Bank Jateng Minta Waktu Dua Bulan

164

SEMARANG – Direktur Utama (Dirut) Bank Jateng belum mau memberikan konfirmasi terkait 33 debitur kredit macet yang nilai jaminannya di bawah nilai kredit yang dicairkan dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Tengah. Dia berjanji akan memberikan penjelasan menunggu 2 bulan, atau setelah memberikan penjelasan kepada BPK. Hal itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank Jateng Supriyatno kepada wartawan di kantornya Jalan Pahlawan Semarang, Senin (29/12) kemarin.

”Pemeriksaan BPK itu merupakan mekanisme regulasi. LHP BPK itu sekarang sedang kita pelajari,” ungkapnya.

Menurutnya, karena LHP BPK sedang dipelajari, maka akan lebih baik kalau wartawan mendapat penjelasan setelah 2 bulan sebagaimana waktu yang diberikan BPK RI Perwakilan Jateng. Sehingga nantinya akan mendapatkan penjelasan yang jelas, bagaimana persoalan itu ditemukan di Bank Jateng. Yang jelas temuan BPK akan jadi domain publik.

”Apakah itu kesalahan administrasi atau ada kesalahan yang disengaja. Kalau masalah penyimpangan itu memang disengaja, maka akan diketahui,” katanya.

Supriyatno juga menyampaikan bahwa temuan BPK RI itu dipastikan merupakan kasus manajemen lama, yaitu tahun 2013. Sedangkan dirinya adalah manajemen baru, yang dilantik sejak 2014.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jateng menemukan 33 debitur yang kreditnya macet dan nilai agunan/jaminannya di bawah nilai kredit yang disetujui Bank Jateng. Debitur yang nilai jaminannya kurang itu mencapai Rp 71 miliar lebih.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Jateng, Dr Cris Kuntadi, Minggu (28/12). ”Macem-macem (jenis kreditnya, Red) Mas. Ada 33 debitur yang kurang jaminan mencapai Rp 71 miliar lebih,” ungkapnya.

Fakta itu didapat saat BPK RI Perwakilan Jateng melakukan pemeriksaan terhadap operasional Bank Jateng pada 2013 dan 2014 sampai dengan Juli. Masing-masing di Semarang, Surakarta, Pati. Magelang, Pekalongan dan Jakarta. Termasuk di dalamnya laporan hasil evaluasi atas pelaksanaan pemeriksaan laporan keuangan PT Bank Jateng 2013. Pemeriksaan dilakukan akuntan publik KAP Darsono dan Budi Cahyo Santoso di Semarang. (udi/jpnn/aro/ce1)