Tingkatkan Inovasi Gelar Lomba Batik

185
MALAM PENGHARGAAN : Sejumlah pemenang Lomba Rancang Busana Batik menerima penghargaan di Gedung Kesenian Kabupaten Pekalongan, Sabtu (27/12) malam kemarin. (Mahfudz Alimin/Radar Semarang)
MALAM PENGHARGAAN : Sejumlah pemenang Lomba Rancang Busana Batik menerima penghargaan di Gedung Kesenian Kabupaten Pekalongan, Sabtu (27/12) malam kemarin. (Mahfudz Alimin/Radar Semarang)
MALAM PENGHARGAAN : Sejumlah pemenang Lomba Rancang Busana Batik menerima penghargaan di Gedung Kesenian Kabupaten
Pekalongan, Sabtu (27/12) malam kemarin. (Mahfudz Alimin/Radar Semarang)

KAJEN-Batik yang sudah menjadi ikon bagi Kabupaten Pekalongan, terus dilestarikan dan ditingkatkan kualitasnya. Kali ini, dengan menggelar dua cabang perlombaan, yakni Lomba Rancang Busana Batik dan Lomba Motif Batik di Gedung Kesenian Kabupaten Pekalongan, Sabtu (27/12) kemarin.

Sebanyak 78 peserta dengan 101 karya, saling bersaing. Karya-karya itu terdiri atas 50 untuk lomba motif batik dan 51 untuk lomba rancang busana. Seluruh karya generasi muda Kabupaten Pekalongan tersebut, dipilih 25 peserta yang masuk nominasi pada Grand Final. Yaitu 10 kategori lomba desain motif batik dan 15 kategori desain rancang busana.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pekalongan, Ali Reza mengatakan bahwa kegiatan lomba tersebut sekaligus untuk nguri-uri budaya. Apalagi batik sudah melekat dengan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
“Batik di Kabupaten Pekalongan memiliki potensi yang luar biasa besar dalam segala hal. Karena itulah, dengan lomba ini kami berharap muncul kreasi baru karya warga Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya pada malam penganugerahaan pemenang lomba di Gedung Kesenian Pekalongan, Sabtu (27/12) malam kemarin.

Ali menambahkan, lomba tersebut diharapkan memberikan dampak positif dari segi ekonomi. Sehingga dapat berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Karya para pemenang desain motif, akan kami rekomendasikan untuk dijadikan seragam pegawai di lingkungan Pemkab Pekalongan. Sedangkan untuk yang menang rancang busana diproyeksikan ke kejuaraan tingkat Provinsi Jateng,” kata Ali.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Amat Antono menambahkan bahwa kegiatan tersebut bisa menjadi inspirasi kreatif bagi batik di Kabupaten Pekalongan. Pihaknya meminta untuk ke depan, kegiatan serupa harus digelar dengan melibatkan lebih banyak peserta. Termasuk peserta dari luar Kabupaten Pekalongan.

“Ini sangat memberikan inspiratif. Kami berharap, ke depan bisa lebih besar dan pelibatan peserta tidak hanya dari lokal Kabupaten Pekalongan saja. Sehingga persaingannya lebih kompetitif dan kreativitas batik jauh lebih beragam,” ungkapnya.

Sementara itu, lomba desain motif batik, juara I diraih Muhammad Thoriq, 37, warga Kelurahan Pekajangan, Kedungwuni dengan karyanya berjudul Canting Guyub. Juara II, Burung Phoenix di Atas Pekalongan, karya Abdul Mutholib, 44, warga Desa kepatihan, Wiradesa. Juara III, Piring Pekalongan Batik karya Sunoto, 42, warag Desa Semut, Wonokerto. Juara Harapan I, Batik 2 Negeri Darat dan Air karya Akhmad Faisal, 25, warga Desa Warukidul, Wiradesa. Juara Harapan II, Generasi Muda dan Batik, karya Norman Rabbani, 22, Warga Desa Pisma Griya Permai M17. Juara Harapan III, Cinta Lama Bersemi Kembali, karya Ermy Rizqiyani, 22, warga Desa Werdi, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.

Sedangkan lomba rancang busana, juara I, Umbrella and Ribbon (busana puteri) karya Nila Khirul Naili, 20, warga Perum Puri Selatan Kedungwuni. Juara II, Ladies Flower (busana puteri) karya Fina Mahalil Asna, 20, warga Desa Kedungkebo, Karangadadap. Juara III, Casual Style (busana putri) karya Khoirika Hari Susanti, 23, warga Dukuh Bandungan Wetan Desa/Kecamatan Kajen. Juara Harapan I, Gaun Pesta Perca (busana puteri), karya Riskiyati

siswa SMK Maarif Nu Kecamatan Tirto. Juara Harapan II, Merak Illustration with Batik (busana puteri), karya Nila Khairul Naili, 20, Warga Perum Puri Selatan Kedungwuni. Juara Harapan III, Clean Cut Batik (busana puteri), karya Riski Fauzia, 24, warga Desa Legokkalong, Karanganyar. (hil/mg12/ida)