Persediaan Darah Sering Kurang

203
PEDULI SESAMA : Salah seorang dari komunitas pecinta satwa tengah berdonor darah di Alun-Alun Wonosobo. Aksi sumbang darah ini diselenggarakan Kodim 0707 Wonosobo bekerjasama dengan PMI. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
PEDULI SESAMA : Salah seorang dari komunitas pecinta satwa tengah berdonor darah di Alun-Alun Wonosobo. Aksi sumbang darah ini diselenggarakan Kodim 0707 Wonosobo bekerjasama dengan PMI. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
PEDULI SESAMA : Salah seorang dari komunitas pecinta satwa tengah berdonor darah di Alun-Alun Wonosobo. Aksi sumbang darah ini diselenggarakan Kodim 0707 Wonosobo bekerjasama dengan PMI. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)

WONOSOBO – Jumlah pendonor darah dengan kebutuhan darah di sejumlah rumah sakit di Wonosobo tidak seimbang. Antara persediaan darah dengan yang dibutuhkan kerap tak seimbang, sehingga terkadang terjadi kekurangan stok darah. Menurut dr Handoko petugas PMI Cabang Wonosobo, kebutuhan darah di Wonosobo cukup tinggi. Antara jumlah pendonor dengan kebutuhan akan darah selalu tidak seimbang, masih terjadi kekurangan darah.

“Untuk itu, kami mendorong agar kesadaran warga untuk berdonor darah terus tumbuh, salah satunya melalui donor darah masal,”katanya disela aksi donor darah yang digelar kerja sama antara Kodim 0707 Wonosobo dengan PMI di alun-alun, kemarin (28/12).

Handoko mengatakan, aksi sumbang darah masal sangat berdampak dalam mencukupi stok darah. “Dengan melihat secara langsung banyak pengunjung yang semula takut untuk donor mereka berani walapun sedikit takut melihat jarum suntik yang agar besar,” ujarnya.

Dia berharap dengan adanya donor darah yang diselenggarakan di tempat terbuka, supaya sering dilaksanakan karena banyak memunculkan pendonor-pendonor baru.

Komandan Kodim 0707 Wonosobo Letkol Inf Agus Muchlis Latif, mengatakan sumbang darah dilakukan dalam memperingati hari Juang Kartika 2014. Kegiatan ini diikuti 115 orang dengan darah yang bisa diambil sejumlah 67 kantong dari berbagai jenis golongan darah.

“Peserta kali ini melibatkan anggota kodim dan masyarakat umum seperti komunitas sepeda gunung, komunitas pencinta satwa, para pengunjung Alun-Alun Wonosobo,” tuturnya.

Agus mengajak para pengunjung alun-alun untuk ikut menyumbangkan setetes darahnya untuk sesama, karena darah itu sangat penting bagi yang sedang sakit.

“Ini terbukti banyak pengunjung yang ikut menyumbangkan darahnya untuk saudara-saudara kita. Kegiatan peringatan hari ulang tahun tidak harus indentik dengan hiburan dan hura-hura akan tetapi kita bisa berbagi dengan sesama,” ujarnya. (ali/lis)