TERGENANG BANJIR: Terminal Terboyo Semarang yang kemarin dipadati penumpang liburan akhir tahun. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TERGENANG BANJIR: Terminal Terboyo Semarang yang kemarin dipadati penumpang liburan akhir tahun. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TERGENANG BANJIR: Terminal Terboyo Semarang yang kemarin dipadati penumpang liburan akhir tahun. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

TERBOYO – Libur Natal dan Tahun Baru 2015 membuat jumlah penumpang di Terminal Terboyo mengalami lonjakan hingga 400 persen. Penumpang didominasi tujuan jalur selatan. Pada Minggu (28/12) kemarin, jumlah penumpang mencapai 5 ribu orang. Padahal pada hari biasa hanya 500-1.500 penumpang. Untuk melayani penumpang liburan akhir tahun ini, dioperasionalkan 500 armada bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP). Sementara pada hari biasa hanya 350 armada.

Pantauan Radar Semarang, kepadatan penumpang tampak di pemberhentian bus jalur selatan, yakni Jogja dan Solo. Juga jurusan Purwokerto dan Wonosobo. Sedangkan untuk bus jalur barat dan timur relatif normal.

Staf Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) Kota Semarang, Heri Listiawan mengatakan, melonjaknya penumpang di Terminal Terboyo ini pengaruh liburan Natal dan Tahun Baru. Meski demikian, pihaknya tidak melakukan penambahan armada bus yang beroperasi.

”Kalau penambahan armada tidak ada. Cuma bus yang tadinya tidak jalan atau kondisi perawatan diperbaiki untuk dioperasionalkan. Jadi, bus itu hanya beroperasi saat seperti ini saja. Surat-surat dan kondisi bus pun layak jalan,” katanya kepada Radar Semarang.

Kasi Transportasi Dishubkominfo Kota Semarang, Ambar Prasetya, menambahkan, meski penumpang bus membeludak, namun tidak ada kenaikan tarif. Tarif yang berlaku sesuai hari biasa. ”Sehingga jika ada operator bus yang menaikkan tarif, penumpang bisa komplain atau melaporkan kepada kami,” tegasnya.

Hal senada ditegaskan Kepala Dishubkominfo Kota Semarang, Agus Harmunanto. Ia menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif bus selama libur Natal dan Tahun Baru 2015. ”Tarif tidak naik, armada bus juga tidak ditambah. Memang sebelumnya kami sudah memikirkan hal itu terkait penambahan armada seperti sekarang ini. Namun setelah evaluasi armada cadangan tidak kami keluarkan. Sebab, armada reguler yang beroperasi sudah bisa mengatasi,” tegasnya.

Tak hanya penumpang bus, pengguna jasa pesawat terbang dan kereta api juga meningkat tajam. Di Stasiun KA Tawang Semarang, loket tiket pemesanan KA tampak dipadati calon penumpang. Hal yang sama terlihat di ruang tunggu stasiun yang juga ramai calon penumpang.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV Semarang, Suprapto, mengatakan pengguna jasa kereta api pada liburan akhir tahun ini mengalami lonjakan sebesar 40 persen dibandingkan tahun lalu. ”Liburan akhir tahun lalu jumlah pengguna KA sebanyak 180 ribu orang, sedangkan tahun ini terhitung hingga 28 Desember sudah mencapai 270 ribu orang,” bebernya.

Menurut dia, kenaikan jumlah penumpang KA lantaran pihak KAI menambah jadwal keberangkatan beberapa KA seperti KA Kamandaka dan KA Majapahit. ”Setiap kereta api rata-rata okupansinya mencapai 80-100 persen. Saat ini, arus kedatangan dan keberangkatan dari dan keluar Kota Semarang sama-sama padat,” tandasnya.

Puncak kepadatan penumpang sendiri terjadi kemarin, dengan tujuan Bandung, Jakarta dan Surabaya. ”Kalau puncak kedatangan di Semarang diperkirakan pada tanggal 2-5 Januari mendatang. Saat ini okupansi reservasi tiket sudah mencapi 100 persen,” katanya

M. Dedi Setiawan, 24, salah satu calon penumpang KA mengaku akan berlibur ke Jakarta bersama teman-temannya. Ia dan lima temannya sengaja menggunakan moda kerta api lantaran relatif murah dan cepat. ”Mau liburan ke Jakarta, mumpung libur panjang. Sengaja menggunakan KA karena harga tiketnya relatif lebih murah,” ujarnya kepada Radar Semarang.

Peningkatan jumlah penumpang juga tampak di Bandara Ahmad Yani Semarang. General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang, Priyo Jatmiko mengatakan, jumlah pengguna jasa pesawat terbang setiap tahun mengalami kenaikan signifikan. Pada liburan akhir tahun ini naik 10-15 persen. ”Untuk hari ini (kemarin) saja mengalami kenaikan yang sangat besar. Pada hari biasa, jumlah penumpang sekitar 6 ribu orang per hari,” bebernya sambil menambahkan rute padat penumpang pada libur akhir tahun ini adalah Jakarta dan Bali. (mha/den/aro/ce1)