MASIH PERAWATAN : Stadion Kabupaten Magelang segera selesai dibangun. Namun, penggunaan lapangan baru bisa dilakukan setahun lagi. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
MASIH PERAWATAN : Stadion Kabupaten Magelang segera selesai dibangun. Namun, penggunaan lapangan baru bisa dilakukan setahun lagi. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
MASIH PERAWATAN : Stadion Kabupaten Magelang segera selesai dibangun. Namun, penggunaan lapangan baru bisa dilakukan setahun lagi. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Pembangunan tahap ketiga stadion olah raga di perbatasan Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, dan Desa Bumirejo (Mungkid), tinggal menyisakan hari. Namun, penggunaan rumput stadion baru bisa dilakukan setahun lagi.

Pelaksana proyek dari PT Armada Graha Hada, Agung Hartono mengatakan, pembangunan fisik stadion sudah beres. Tinggal pengecatan dan penyempuranaan di beberapa bagian. Rumput lapangan sepakbola, sudah memasuki tahap perawatan. “Sesuai rekomendasi pakar rumput dari UNS (Universitas Sebelas Maret) Surakarta, rumput lapangan stadion tersebut baru siap pakai untuk kegiatan sepakbola setelah melalui proses perawatan satu tahun lagi,” kata Agung Hartono, Minggu (28/12).

Rumput stadion Kabupaten Magelang ini, kata dia, memiliki kualitas internasional. Bahkan diklaim lebih baik dibandingkan rumput stadion Madya Kota Magelang. “Perawatannya juga ekstra,” katanya.

Lebih lanjut Agung mengatakan, curah hujan deras yang mengguyur wilayah Magelang selama beberapa hari terakhir, cukup mengganggu pekerjaan. Untuk mengatasi hambatan itu, di titik-titik pekerjaan dipasangi terpal untuk melindungi para pekerja.

Termasuk pembuatan gapura di pintu masuk stadion memang cukup menyita waktu. Tetapi, semua bisa dikerjakan dengan baik, termasuk pemasangan batu alam yang sudah hampir tuntas. “Akhir pekan lalu sepanjang hari itu cuaca cerah, sehingga pekerjaan dilembur hingga lepas tengah malam,” katanya.

Di sisi lain, pembenahan area parkir yang masuk tahapan akhir, berlangsung cukup baik. Meskipun tidak seluruh area seluas lebih dari 3 hektare tersebut dipasang paving. Pembuatan taman di halaman depan stadion juga masih berlangsung.

Sedang untuk instalasi listrik sebagai sumber penerangan kompleks stadion sudah terpasang. “Ada sebagian lampu yang belum dipasang karena beberapa pertimbangan. Dikhawatirkan menjadi sasaran tangan-tangan jahil,” kata Agung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumberdaya Mineral (DPU ESDM) Sutarno mengklaim pekerjaan tinggal menyisakan 2 persen saja. Sisa pekerjaan yang belum tuntas adalah sarana dan prasarana pendukung di luar stadion.

“Pemadatan serta pemerataan permukaan area parkir, pemasangan paving block di halaman depan dan pintu gerbang keluar masuk stadion. Semoga rekanan bisa memaksimalkan sisa waktu yang masih ada,” katanya didampingi Nuryanto, Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Kota DPU-ESDM.

Pembangunan stadion itu menyerap dana sekitar Rp 41 miliar dari APBD 2012-2014. Untuk pengadaan tanah sekitar 4,6 hektare sebsar Rp 8 miliar dan pengerjaan fisik dianggarkan Rp 33 miliar. Tahap pertama, membangun tribun timur sepanjang 104 meter dan lebar 16 meter dan struktur bawah tribun barat. Pekerjaan rampung akhir Desember 2012 menelan Rp 3,8 miliar.

Tahap kedua hingga 31 Desember 2013, membangun drainase, pagar keliling, lapangan sepakbola dan lintasan lari, serta menuntaskan sisa hasil pekerjaan tahap pertama, dialokasikan Rp 19,1 miliar. Tahap ketiga menghabiskan Rp 9.086.229.000. (vie/ton)