Meriah, Festival Tari Rakyat

271
ATRAKTIF: Salah satu penampilan dari kelompok tari asal Kabupaten Semarang di Festival Tari Segoro Gunung kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
ATRAKTIF: Salah satu penampilan dari kelompok tari asal Kabupaten Semarang di Festival Tari Segoro Gunung kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
ATRAKTIF: Salah satu penampilan dari kelompok tari asal Kabupaten Semarang di Festival Tari Segoro Gunung kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Ribuan warga tumplek blek menyaksikan festival tari rakyat yang digelar di Kampung Jawa Sekatul, Limbangan, Kendal kemarin (28/12). Sedikitnya 16 sanggar tari dari berbagai daerah di Jateng terlibat dalam Festival Tari Segoro Gunung tersebut. Berbagai jenis tarian rakyat dimainkan, seperti Jathilan, Barongan, Kuda Lumping, Kethek Ogleng, Sintren dan tari Jlantur. Para pemainnya mayoritas anak-anak muda yang dikembangkan dengan kreasi musik dan gerakan.
Yang menarik, event tersebut juga disaksikan sejumlah tokoh keturunan raja dari berbagai daerah dan negara tetangga. Di antaranya, Tengku Syawal (Singapura), Pangeran Muhammad Shah (Brunei Darussalam), Sultan Indrapura (Sumatera Barat), Sultan Badarudin (Palembang), Prabu Sumedang Larang, dan Rama Jati Pangeran Jati Kusuma (Kuningan).

Sugito, salah seorang pelatih tari dari sanggar tari Ngesti Turonggo Tanjung Mudo mengaku persiapan yang dilakukan kelompoknya sudah jauh-jauh hari. Pihaknya membawakan tari ciptaannya sendiri, yakni Tari Massal Unit Baru. Tari tersebut merupakan perpaduan antara tari Kesatrian Jawa yang dikreasikan dengan musik dan gerakan baru. “Memang tari yang ada harus dikembangkan, jika tidak, masyarakat yang menikmati akan jenuh. Selain itu, harus ada regenerasi pemain agar seni tari bisa tetap hidup,” katanya.

Ketua Panitia Kanjeng Raden Tumenggung Setijo Negoro, mengatakan, pergelaran kesenian rakyat kali ini diramaikan oleh sedikitnya 16 kelompok kesenian. Mereka berasal dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Temanggung, dan Wonosobo. “Ini merupakan kegiatan kali kedua yang diselenggarakan Kampung Jawa Sekatul rutin setiap tahun,” ujarnya.
Pemilik Kampoeng Djawa Sekatul, Kanjeng Pangeran Harya Adipati (KPHA) Djojo Nagoro menambahkan, Festival Tari Rakyat Segoro Gunung tersebut merupakan rangkaian kegiatan tahunan.“Hari pertama ada sarasehan ruwatan, hari kedua ruwatan, dan festival ini adalah kegiatan hari ketiga. Seluruh rangkaian acara sangat meriah. Untuk tari rakyat ini bahkan bisa berlangsung sampai malam,” katanya. (bud/aro)