Ratusan Hektare Sawah Terendam Banjir

156

PURWOREJO—Hujan deras yang mengguyur akhir-akhir ini, menimbulkan banjir di sejumlah wilayah. Ada ratusan hektare sawah penduduk di Kecamatan Grabag dan Butuh yang terendam air. Akibatnya, petani belum bisa mulai menanam padi.

Kuwat, salah seorang petani di Desa Tulusrejo Kecamatan Grabag bahkan harus merelakan benih padi miliknya rusak. Air menggenangi lahan seluas 700 meter persegi miliknya yang telah disemai benih padi. Akibat banjir, benih-benih tersebut membusuk dan tak bisa ditanam.

“Harus menanam ulang,” ujarnya. Tapi rencana menyemai ulan benih juga belum bisa terlaksana, sebab sawah masih terendam air dengan kedalaman 50-70 sentimeter.

Banjir ini akibat tidak optimalnya sistem drainase di wilayah tersebut. Air yang harusnya bisa langsung mengalir ke Sungai Lereng, sejak sebulan terakhir terhambat tebalnya sendimentasi dan enceng gondok.

Bagi petani yang masih memiliki simpanan benih, mungkin setelah banjir surut bisa memulai menanam. Hanya saja bagi Kuwat yang tak lagi memiliki stok benih, maka ia harus membeli benih siap tanam. “Padahal seikat benih naik dari Rp 1.500 menjadi Rp 4.000, sedangkan saya butuh sedikitnya seratus ikat,” tuturnya. Ia berharap, pemerintah bisa membantu para petani yang terancam tak bisa menanam benih. (jpnn/ton)