BISA DILEWATI : Jembatan Kali Bangkong sudah selesai dibangun sehingga bisa mengurai kepadatan lalu lintas. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
BISA DILEWATI : Jembatan Kali Bangkong sudah selesai dibangun sehingga bisa mengurai kepadatan lalu lintas. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
BISA DILEWATI : Jembatan Kali Bangkong sudah selesai dibangun sehingga bisa mengurai kepadatan lalu lintas. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Perbaikan tiga jembatan di jalur utama Muntilan-Jogjakarta mulai Agustus lalu akhirnya selesai. Pemulihan jalur yang melewati Taman Bambu Runcing pun sudah normal sejak Sabtu, (21/12) lalu, sehingga bisa mengurai kepadatan arus kendaraan liburan akhir tahun ini.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Energi, Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) David Rubiyanto berharap, rampungnya pengerjaan proyek pembokaran jembatan Kali Bangkong, serta pelebaran jembatan Kali Keji dan Kali Lamat bisa membuat arus kendaraan lancar. Dia menyebutkan, proyek itu dibiayai APBD sebesar Rp 2.059 miliar.

“Rinciannya untuk biaya pembongkaran dan meninggikan jembatan sekitar satu meter sehingga tidak terlalu curam atau hampir sejajar dengan sisi selatan Kali Bangkong. Biayanya sebesar Rp 1.518.250.800 dan pelaksananya dari CV Gemilang dengan waktu pengerjaan 164 hari kalender,” katanya.

Selain itu, David juga merinci, biaya pelebaran jembatan Kali Keji sebesar Rp 200.000.000 dan jembatan Kali Lamat Rp 340.871.300. masing-masing jembatan dilebarkan dua meter dari sebelumnya.

“Pelebarannya dari 5 meter menjadi 7 meter. Semua selesai lebih cepat dari target,” jelasnya. (put/lis)