Industri Kecil Dobrak Pasar Luar Negeri

125

DEMAK – Selain pertanian dan perikanan, ternyata pertumbuhan industri kecil dan menengah di Demak cukup menggembirakan. Keberadaan industri kreatif ini cukup berkontribusi besar bagi peningkatan sektor ekonomi di daerah.
Seperti yang terlihat dari data Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Demak. Dari 7.701 unit usaha industri yang ada, 98,3 persen atau 7.576 unit merupakan industri kecil. Sementara sisanya, 1,62 persen atau 125 unit usaha merupakan industri besar dan menengah. Dalam kenyataannya, industri kecil ini menyerap 24.119 tenaga kerja dari keseluruhan 53.638 tenaga kerja di sektor industri. Hanya berbanding sedikit dengan jumlah tenaga kerja untuk industri besar dan menengah yang menyerap 29.519 orang.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Demak, Eko Pringgolaksito, menjelaskan industri kecil dan rumah tangga di sektor industri kreatif terus bermunculan. Inilah yang secara tidak langsung membuka lapangan kerja baru. Dari data yang ada, jumlah produksi industri di Demak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 total nilai produksi mencapai angka Rp 263 miliar, atau meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya.

“Peningkatan ini didorong oleh permintaan pasar global, seperti dari Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam yang merupakan pelanggan tetap produk di sektor industri kreatif berupa kerajinan kaligrafi. Kerajinan Kaligrafi permintaannya tinggi di pasar global, ” jelas Eko.

Sementara itu Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Demak, Nastiti, menyebutkan untuk tahun 2014 pihaknya belum memperoleh rincian total nilai produksi industri di Demak per semesternya. Namun, pihaknya memastikan jika nilai produksi industri akan mengalami peningkatan hingga 11 persen. “Tahun 2014 ini, unit usaha Industri di Demak naik 2 persen, atau bertambah 27 unit usaha industri kecil dan menengah serta 3 unit usaha industri besar. Sedangkan tahun ini nilai produksi industri meningkat 11 persen,” imbuh Nastiti. (adi/jpnn/ric)