29 Desember, Pedagang Harus Pindah

140
MEGAH: Bangunan Pasar Bulu baru yang sudah siap ditempati warga. Rencananya, pasar semimodern ini akan diresmikan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel pada 30 Desember. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
MEGAH: Bangunan Pasar Bulu baru yang sudah siap ditempati warga. Rencananya, pasar semimodern ini akan diresmikan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel pada 30 Desember. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
MEGAH: Bangunan Pasar Bulu baru yang sudah siap ditempati warga. Rencananya, pasar semimodern ini akan diresmikan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel pada 30 Desember. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Dinas Pasar Kota Semarang memberi batas waktu tanggal 29 Desember bagi pedagang di pasar penampungan sementara Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Jayengan untuk pindah ke bangunan baru Pasar Bulu Jalan MGR Soegijapranata. Sebab, tanggal 30 Desember akan ada peresmian pasar oleh Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko mengakui, hingga Jumat (26/12) kemarin, Pasar Bulu masih sepi belum ditempati pedagang. Namun dia mengklaim, pihaknya memang memberi kelonggaran waktu bagi para pedagang untuk pindah hingga 29 Desember. Supaya pedagang bisa mempersiapkan diri dengan baik.

”Tenggang waktu yang relatif cukup lama diberikan agar pedagang bisa secara bertahap mengusung barang-barangnya, tidak secara bersamaan, tetapi bisa bertahap,” ujarnya kemarin.

Dia mengatakan, bila waktu untuk pindahan hanya diberikan sehari, maka para pedagang bisa secara serentak boyongan ke bangunan baru Pasar Bulu. Hal itu bisa memberatkan pedagang karena akan kerepotan untuk mengusung barang-barang dagangan dan perlengkapannya. Belum lagi mempersiapkan dan menata kembali barang dagangan dan perlengkapan itu di kios atau lapak di dalam bangunan baru Pasar Bulu.

”Waktu yang diberikan kepada para pedagang relatif cukup lama, supaya tidak ada kesan pedagang boyongan di tempatnya yang baru,” tegas Trijoto.

Dia menegaskan, pemindahan kembali para pedagang dari pasar penampungan sementara ke bangunan baru Pasar Bulu memang ada rangkaiannya. Dimulai dari sosialisasi, pengundian nomor lapak dan kios, hingga rencana peresmian pasar pada akhir 2014 nanti. Termasuk rangkaian berupa kegiatan tasyakuran yang merupakan permintaan dari pedagang sendiri.

Pantauan koran ini di lapangan kemarin, para pedagang masih belum ada yang menempati lapak dan kiosnya masing-masing di bangunan baru Pasar Bulu. Sebagian datang hanya sekadar untuk melihat dan atau membersihkan lapak dan kiosnya, atau mempersiapkan rak untuk tempat dagangan. Namun belum ada rencana akan pindah setelah membersihkan lapak dan kios tersebut. Kendati mereka sudah diperbolehkan pindah sejak memperoleh nomor kios atau lapak sesuai hasil undian.

Menurut Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) unit Pasar Bulu, Imron, para pedagang baru bersiap akan menempati lapak dan kios di bangunan baru Pasar Bulu, nanti sehari sebelum acara peresmian pasar semi modern tersebut oleh menteri. Sebab, setelah peresmian tersebut akan dilanjutkan kunjungan menteri dan rombongan meninjau ke lapak-lapak dan kios-kios pedagang.

”Jadi saat kunjungan menteri dan rombongan meninjau lapak-lapak dan kios-kios pedagang nanti, pedagang sudah siap dengan barang dagangannya masing-masing,” ujarnya.

Dia mengatakan, pada acara peresmian, katanya juga akan ditandai secara simbolis dengan penyerahan kunci kios kepada perwakilan pedagang. Sebagai pertanda Pasar Bulu sebagai pasar percontohan di Kota Semarang telah secara sah diresmikan. (sgt/jpnn/aro/ce1)