Pasien Kaget saat Sinterklas Datang

142
MENGHIBUR: Sinterklas mendatangi para pasien RS St Elisabeth saat perayaan Natal kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)
MENGHIBUR: Sinterklas mendatangi para pasien RS St Elisabeth saat perayaan Natal kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)
MENGHIBUR: Sinterklas mendatangi para pasien RS St Elisabeth saat perayaan Natal kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)

GAJAH MUNGKUR – Tradisi tahunan sinterklas mengunjungi pasien tampaknya hanya ada di RS St Elisabeth Semarang. Tradisi yang sudah diadakan sejak 10 tahun terakhir tersebut kerap ditunggu-tunggu pasien yang dirawat di RS tersebut. Pada perayaan Natal, Kamis (25/12) kemarin, para pasien dikejutkan dengan kehadiran sinterklas dan Ibu Peri bersama rombongan suster.

Suasana penuh haru kala rombongan sinterklas datang sambil bernyanyi Jingle Bells diiringi musik gitar. Widya Alingga misalnya. Pasien di Ruang Magdalena itu merasa terharu saat mendengar orang bernyanyi dengan berpakaian sinterklas dan memberikan bingkisan. Tetesan air matanya tidak dapat dibendung, karena pada tahun ini terpaksa dirinya harus merayakan Natal di RS.

”Trenyuh, karena merayakan Natal di rumah sakit. Tapi, ada rasa haru juga karena dihibur dengan datangnya sosok sinterklas, meski itu hanya karyawan RS yang berpakaian layaknya sinterklas. Sebelumnya saya tidak pernah melihat ada acara beginian, dan baru kali ini mengalami,” ujar pasien asal Pati itu.

Widya terpaksa menginap di RS karena menderita penyakit kanker payudara. ”Habis operasi beberapa hari lalu. Ini masih dalam masa penyembuhan. Semoga dengan datangnya sosok sinterklas ini dapat mengobati rasa nelangsa karena belum dapat berkumpul dengan keluarga pada hari Natal,” katanya.

Perasaan yang sama juga dialami Monica Anggraeni. Warga Tegalsari Semarang ini mengaku sedih bercampur haru saat melihat sinterklas yang masuk ke ruang-ruang pasien. ”Sedih karena teringat keluarga. Seharusnya pada saat Natal seperti ini bisa kumpul bareng keluarga besar. Kedatangan sinterklas ini bisa sedikit menghibur pasien saat perayaan Natal sehingga tidak terkesan sepi,” ucap Monica yang sudah opname selama empat hari di Ruang Magdalena lantaran menderita sakit perut

Sinterklas yang diperagakan karyawan RS Elisabeth sebelumnya juga menyambangi Ruang Damiano kesusteran yang diperuntukkan bagi para suster yang sudah usia lanjut.

Humas RS St Elisabeth, Probowati Tjondronegoro mengatakan, tradisi berpakaian sinterklas dan Ibu Peri bersama para suster bernyanyi sambil diiringi musik ini semata-mata untuk merayakan Natal di rumah sakit.

Dikatakan, kegiatan tersebut sudah menjadi tradisi setiap tahun agar yang sakit bisa terhibur dan termotivasi untuk segera sembuh. ”Kita memberikan bingkisan roti dan mengucapkan Selamat Natal, sambil menyanyikan lagu. Tradisi ini sudah dilaksanakan sejak 10 tahun terakhir,” katanya. (ewb/aro/ce1)