Berbakat Jadi MC

164
DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI

DI sela kuliah jurusan bimbingan konseling IKIP Veteran Semarang, Asiska Akissa Dewi, menyalurkan bakatnya sebagai master of ceremony atau MC. Dara kelahiran Blora, 18 Oktober 1993 ini mengaku kali pertama menjadi MC saat kelas 1 SMK. ”Saya belajar menjadi MC secara otodidak dengan melihat dari para senior,” ujar gadis berhijab ini kepada Radar Semarang.

Dara yang akrab disapa Siska ini mengaku percaya diri saat berbicara di depan umum. Tak heran, jika anak pertama dari tiga bersaudara ini menekuni dunia MC. Ia juga menjadi announcer (penyiar) di salah satu radio swasta di Semarang.
Diakui, ada pengalaman suka dan duka selama menjadi MC. Ia mengaku kali pertama ngemsi pernah sampai 12 jam nonstop, mulai pukul 11.00 siang hingga 23.00 hanya dikasih ”uang lelah” sebesar Rp 5 ribu. ”Itu berturut-turut sampai 5 hari, bayangin beratnya,” kenangnya sambil tersenyum.

Meski sekarang masih kuliah, Siska masih bisa mengatur waktu antara ke kampus dan menerima job MC. Dia mengaku dalam seminggu bisa ngemsi sampai 3 kali, bahkan dalam sehari bisa di dua tempat berbeda. ”Alhamdulillah, honor dari ngemsi bisa buat tambahan bayar kuliah,” ucap gadis berzodiak Libra ini kepada Radar Semarang. (mg20/aro/ce1)