Tak Ada Zonasi, Pedagang Resah

177
MASIH DIBANGUN: Pasar Genuk baru yang segera ditempati pedagang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 MASIH DIBANGUN: Pasar Genuk baru yang segera ditempati pedagang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

MASIH DIBANGUN: Pasar Genuk baru yang segera ditempati pedagang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

GENUK – Para pedagang Pasar Genuk yang akan menempati bangunan baru mengeluhkan sistem pembagian lapak. Pasalnya, pembagian lapak tidak berdasarkan zonasi. Pasar Genuk yang dibangun menghabiskan dana Rp 3,9 miliar itu dibagi menjadi 70 petak dengan total pedagang lantai I sebanyak 99 pedagang. Sedangkan pada lantai atas akan dihuni 207 pedagang pancakan. Rencananya, para pedagang akan pindahan ke bangunan pasar baru pada 26 Desember besok.

Pedagang sayuran, Sholekah, 49 mengaku resah jika nantinya menempati bangunan baru di Pasar Genuk. Omzetnya dimungkinkan akan turun drastis, lantaran penempatan pedagang yang tidak diserasikan.

”Bagaimana tidak turun. Saya jualan di emperan saja mengandalkan pelanggan ketika pulang dari kantor, apalagi nantinya pindah di atas. Pelanggan bakal tidak mau naik. Soalnya, pedagang bumbon seperti saya yang di bawah juga banyak,” keluhnya kepada Radar Semarang, Rabu (24/12) kemarin.

Hal sama juga diungkapkan Sri Kumirah, 39. Dia mengaku akan mendapatkan tempat di atas lantaran dirinya berjualan di luar bangunan Pasar Genuk. Pihaknya menerima meski akan mengalami penurunan omzet, lantaran di lantai bawah juga banyak pedagang yang berjualan seperti dirinya.

”Kalau saya jualan bumbon dapur di atas sama dengan yang di bawah kan kebanyakan pembeli memilih yang di bawah. Apalagi kalau pembelinya orang yang sudah agak tua, tentu mereka akan lebih memilih yang dekat, tidak susah payah naik ke lantai atas. Kalau begini ya mungkin lakunya lebih sedikit,” ujarnya.

Para pedagang berharap pemerintah meninjau ulang kembali pembagian tempat. Sehingga para pedagang yang akan menempati bangunan baru Pasar Genuk lantai atas tidak khawatir sepi pembeli.

”Kalau bisa diserasikan. Kalau berbeda-beda kan kasihan yang menempati bangunan atas. Saya yakin, pasti para pengunjung lebih memilih membeli kebutuhannya di pedagang yang bawah,” katanya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoko Sardjoko, mengakui pengundian tempat sudah dilakukan pada Senin (22/12) lalu. Namun penempatan pedagang tidak dilakukan secara zonasi.

”Pasar Genuk lantai 1 ada kios yang tidak dizonakan seperti pasar besar lainnya. Jadi penempatan sama persis seperti dulu ketika sebelumnya pedagang berjualan ditempat itu. Namun ada juga yang diberi kesempatan untuk memilih sendiri. Di blok depan ada 16 kios,” katanya. (mha/aro/ce1)