Mertua Sakit, Curi Motor

163
RESIDIVIS: Dua tersangka kasus pencurian sepeda motor, Maryanto dan Cristian, saat mempraktikan aksinya dihadapan petugas. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
RESIDIVIS: Dua tersangka kasus pencurian sepeda motor, Maryanto dan Cristian, saat mempraktikan aksinya dihadapan petugas. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
RESIDIVIS: Dua tersangka kasus pencurian sepeda motor, Maryanto dan Cristian, saat mempraktikan aksinya dihadapan petugas. (Munir Abdillah/Radar Semarang)

SALATIGA—Dua orang residivis, Maryanto dan Cristian Prasmadina alias Toying, 22, kembali dibekuk Satreskrim Polres Salatiga. Kali ini, kasus yang mengantarkan mereka kembali ke bui adalah pencurian sepeda motor.

Tersangka menggasak motor Yamaha Mio dengan nopol H 8434 VL milik Didik Indrawan warga Cepogo, Kabupaten Boyolali, saat diparkir di dalam garasi kos di Jalan Wahid Hasyim No. 1 Sidorejo Salatiga.

Penangkapan Maryanto dan Toying berawal dari laporan Didik Indrawan yang mengaku motornya hilang pada hari Minggu (23/11). Mendapat lapuran tersebut, Satreskrim segera mendatangi TKP. Setelah itu, polisi meminta keteragan dari beberapa saksi, ditemukanlah ciri-ciri pencuri. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menemukan Maryanto. Kemudian, petugas melakukan pengembangan lebih lanjut, dan ditemukan bahwa Toying ikut membantu pencurian tersebut.

Dari pengakuan Maryanto, dia terpaksa mencuri karena untuk memenuhi kebutuhan mertuanya yang sakit keras. Motor hasil curiannya dijual sebesar Rp 1,4 juta, “Saya melakukan ini karena terpaksa. Jika orang tua saya tidak sakit, saya tidak akan berani berbuat demikian. Saya melakukan praktek pencurian dengan kunci T, kurang lebih sepuluh menit,” tutur Maryanto.

Sedangkan Toying mengaku, jika dirinya kasihan melihat rekannya membutuhkan uang untuk pengobatan mertuanya yang sedang sakit. Toying pun memuluskan aksi Maryanto dengan membukakan garasi kosnya dan mengambil motor milik teman kos Toying. “Saya tidak mendapat apa-apa. Saya sudah bilang kepada Maryanto kalau uangnya untuk penyembuhan mertuanya,” tutur Maryanto.

Wakapolres Kompol Iwan mengatakan, kedua tersangka berhasil ditangkap 2 minggu kemudian. Maryanto sudah pernah masuk ke dalam bui karena kasus penjambretan. Toying juga pernah karena perkelahian. Pertemuan mereka berawal dari penjara. “Tersangka akan dikenakan tiga enam tiga KUHP ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” tegasnya. (mg14/zal)