BATANG – Fenomena penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Batang tidak hanya menular pada kelompok berisiko tinggi saja. Namun sudah menyebar kepada ibu rumah tangga, bahkan anak-anak dan balita.

Wakil Bupati Batang Soetadi yang juga Ketua Komisi Penaggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Batang mengatakan berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Batang selama 2007 hingga November 2014 telah ditemukan kasus HIV/AIDS sebanyak 472 kasus, terdiri dari HIV 357 kasus, AIDS 115 kasus dan 70 kasus korban meninggal dunia.

“Terjadi peningkatan yang sangat signifikan dalam kurun waktu 1 tahun terakhir, pada tahun 2012 ditemukan 53, tahun 2013 terdapat penemuan 126 kasus dan menempati urutan tertinggi di Jateng, serta tahun 2014 sampai dengan bulan November 2014 sudah ditemukan 130 kasus,” katanya dalam kegiatan Lokakarya Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Di Tempat Kerja yang berlangsung di Aula Pertemuan PTP Pagilaran, Kecamatan Blado Selasa (23/12).

Jika dirata-rata pada Januari sampai dengan November 2014 ada penemuan 12 kasus baru dalam setiap bulannya. “Dilihat dari persebarannya, kasus HIV sudah ditemukan di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Batang, tidak ada satu kecamatan pun yang bebas dari penularan kasus HIV, ini yang kelihatan karena ini merupakan fenomena gunung es. Kami berharap temuan kasus bukan temuan baru, tapi kasus yang lama yang belum terungkap,” ujarnya.

Sementara Sekretaris KPA Nasional Dr Kemal Siregar yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan posisi wilayah Kabupaten Batang terletak pada jalur ekonomi pulau Jawa sebelah utara, Arus transportasi dan mobilitas yang tinggi di jalur pantura menjadi Kabupaten Batang berpotensi cukup tinggi penyebaran HIV AIDS. “Untuk meningkatkan penanggulangan dan pencegahan harus ada komitmen yang tinggi dari pimpinan daerah dan semua lapisan masyarakat, agar setiap individu menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan,” ujarnya. (mg12/ric)