MISA NATAL: Ribuan umat nasrani saat mengikuti Misa Natal di Gereja Katedral tadi malam. Tak sedikit jemaat yang meneteskan air mata saat berdoa dan mendengarkan pesan Natal dari Uskup Agung Semarang Mgr Johanes Pujasumarta. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 MISA NATAL: Ribuan umat nasrani saat mengikuti Misa Natal di Gereja Katedral tadi malam. Tak sedikit jemaat yang meneteskan air mata saat berdoa dan mendengarkan pesan Natal dari Uskup Agung Semarang Mgr Johanes Pujasumarta. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

MISA NATAL: Ribuan umat nasrani saat mengikuti Misa Natal di Gereja Katedral tadi malam. Tak sedikit jemaat yang meneteskan air mata saat berdoa dan mendengarkan pesan Natal dari Uskup Agung Semarang Mgr Johanes Pujasumarta. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
ADITYO/RADAR SEMARANG
ADITYO/RADAR SEMARANG

RANDUSARI – Pelaksanaan Misa Natal di Gereja Katedral Semarang tadi malam (24/12) berlangsung khidmat. Ribuan umat nasrani tampak khusyuk saat Uskup Agung Semarang Mgr Johanes Pujasumarta menyampaikan pesan Natal bertajuk ”Umat Bisa Mengalami Perjumpaan dengan Allah Dalam Keluarga.” Umat yang mengikuti misa ini berasal dari berbagai Paroki (kewilayahan terkecil keuskupan, Red). Di antaranya Paroki Bongsari, Tanah Mas, Karang Panas, Kebon Dalem, dan Atmodirono.

Sebelum masuk ke areal gereja, satu per satu jemaat diperiksa secara seksama oleh petugas keamanan. Tas yang dibawa para jemaat diperiksa dengan metal detector. Sejumlah personel unit satwa juga disiagakan untuk mengamankan gereja.

Saat Misa Natal berlangsung, tak sedikit para jemaat gereja menitikkan air mata mendengar lantunan pujian yang ditujukan kepada Tuhan Yesus. Sembari mendengarkan pesan Natal, mereka terus berdoa memohon berkah dan bersyukur kepada Tuhan.

”Keluarga menjadi komunitas beriman di mana bisa berdoa bersama, merasakan berkat Tuhan dan saling memberkati. Sehingga merasa kerasan, selalu merindukan kebersamaan keluarga, dan selalu merindukan karena mengalami suka cita,” kata Uskup Agung dalam pesan Natalnya.

Pengurus Rumah Tangga Gereja Katedral Semarang, R Yustinus Prebowo Cahyono, mengatakan, kepolisian menambah personel untuk berjaga pada Misa Natal tadi malam. ”Jumlah petugas ditambah, selain dari Polrestabes Semarang, juga personel Brimob, Gegana dan Dalmas Polda Jateng, serta alat komunikasi yang langsung terkoneksi ke Mabes Polri. Total petugas 100 orang, padahal rencananya hanya 60 orang,” ujarnya.

Kepala Paroki, Romo Luhur Prihadi, mengatakan, jika Gereja Katedral memang sering mendapatkan ancaman bom berupa surat kaleng maupun pesan SMS yang diterima jemaat gereja tersebut. ”Sudah dua kali Gereja Katedral mendapatkan acaman teror, salah satunya saat menjelang Paskah,” katanya kepada Radar Semarang.

Menurut dia, ancaman yang diterima berisi teror bom ataupun mengacaukan. Namun setelah disisir ternyata tidak terbukti

Dikatakan, ancaman bom saat Natal juga sudah sudah dua kali terjadi. Pada 2012, ada yang berkirim surat ancaman bom atas nama Badri, warga Jalan Pamularsih. Lalu pada 2013, juga terjadi kasus serupa dengan nama dan alamat pengirim ancaman yang sama. ”Setelah dilacak dan dilakukan pengecekan, ternyata nama tersebut seorang lansia yang tidak tahu apa-apa,” katanya.

Menurut informasi, pada Kamis (25/12) hari ini akan dilakukan Misa Natal untuk jemaat remaja pada pukul 08.30, sedangkan Misa Natal untuk jemaat lansia dilaksanakan pukul 10.30, dan sore harinya digelar misa untuk umum.

Sementara itu, tadi malam Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi sejumlah gereja di Kota Semarang. Di antaranya, Gereja Katedral, Gereja Injil Kerajaan di Grand Marina, Gereja Gedangan, Gereja Blenduk dan Gereja Santa Familia Atmodirono. Dalam lawatannya, Ganjar mengapresiasi sikap masyarakat Jateng yang saling toleran. Dengan begitu, kerukunan umat beragama tetap terjalin dengan baik. ”Rasa saling menghormati dan toleran ini merupakan investasi jangka panjang. Agar keberagaman tetap terjaga di Jateng,” kata Ganjar saat mengunjungi Gereja Katedral.

Di Katedral, Ganjar hanya terlihat di depan gereja, kemudian berbincang dengan uskup dan sejumlah pengurus gereja. Suasana tampak santai dan sesekali obrolan diselingi tawa. Saat kunjungan orang nomor satu di Jateng itu, Misa Natal sudah rampung. Meski begitu, kedatangan Ganjar tetap menjadi daya magnet bagi sejumlah jemaat yang masih di lokasi. Mereka tampak berebut untuk bisa dekat dan berjabat tangan dengan Ganjar.

Dalam kesempatan itu, Ganjar berharap masyarakat tetap menjaga kebersamaan meski di tengah perbedaan. Ia juga mengapresiasi pihak kepolisian, serta elemen masyarakat yang turut menjaga keamanan selama Misa Natal. Baginya itu merupakan bentuk konkret dari sikap toleransi beragama. ”Saya senang semua berjalan lancar dan damai. Ini seperti saat saya Idul Fitri, banyak teman yang datang ke saya dan menghormatinya,” ujarnya.

Saat kunjungan ke gereja tadi malam, Ganjar tidak sendirian. Tampak mendampingi Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali, Sekda Jateng Sri Puryono, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi serta sejumlah pejabat teras lainnya. (den/fth/aro/ce1)