PERIKSA PERALATAN : Bupati Demak Dachirin Said saat memeriksa kesiapan pasukan pengamanan Natal dan Tahun Baru. (adhi/jpnn)
PERIKSA PERALATAN : Bupati Demak Dachirin Said saat memeriksa kesiapan pasukan pengamanan Natal dan Tahun Baru. (adhi/jpnn)
PERIKSA PERALATAN : Bupati Demak Dachirin Said saat memeriksa kesiapan pasukan pengamanan Natal dan Tahun Baru. (adhi/jpnn)

DEMAK – Dalam rangka melakukan pengamanan terhadap perayaan Natal dan Tahun Baru, Polres Demak kemarin mengadakan Apel Gelar Pasukan yang secara serentak juga diselenggarakan oleh jajaran Polda di seluruh wilayah Indonesia.
Ini merupakan salah satu tahapan manajerial penting dalam rangka melakukan pengecekan terhadap kesiapan akhir pelaksanaan operasi. Baik pada aspek personel, materiil, sarana prasarana, serta perlengkapan pendukung lainnya, termasuk pelibatan TNI dan seluruh stakeholder terkait beserta mitra Kamtibmas lainnya. Sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan perayaan pergantian tahun dengan aman, nyaman, tertib dan lancar.

Menurut Kapolres Demak AKBP R Setijo perayaan kedua event yakni Natal dan Tahun Baru tentunya membawa dampak yang signifikan terhadap peningkatan aktivitas masyarakat di pusat–pusat keramaian, seperti area perbelanjaan, tempat ibadah, serta sarana rekreasi. Kondisi tersebut juga menyebabkan terjadinya peningkatan arus dan mobilitas masyarakat yang menggunakan sarana transportasi baik darat, laut maupun udara. “Ini akan berimplikasi terhadap munculnya berbagai gangguan Kamtibmas dan permasalahan di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” katanya.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, gangguan Kamtibmas yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia pada pelaksanaan Operasi “Lilin 2013” mengalami penurunan sebesar 39,2 persen, dari 3.150 kasus pada tahun 2012, menjadi 1.915 kasus pada tahun 2013. Kejahatan konvensional menonjol yang terjadi di masyarakat seperti curat, curas, curanmor dan anirat, juga mengalami penurunan sebesar 35,4 persen, dari 789 kasus pada tahun 2012 menjadi 510 kasus pada tahun 2013.

Penurunan angka gangguan Kamtibmas dan kejahatan tersebut mengindikasikan bahwa cara bertindak yang dilakukan oleh Polri dalam meredam potensi gangguan pada pelaksanaan Operasi Lilin tahun lalu cukup efektif. Ini ditandai dengan menurunnya angka kriminalitas, baik menjelang, pada saat, maupun setelah perayaan Natal dan Tahun Baru. (adi/jpnn/ric)