Ambrol, Setelah Digerus Air Hujan

91
ANTISIPASI: Pondasi rumah yang longsor mulai ditangani dengan disanggah bambu-bambu. Hal itu agar longsoran tidak melebar. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
ANTISIPASI: Pondasi rumah yang longsor mulai ditangani dengan disanggah bambu-bambu. Hal itu agar longsoran tidak melebar. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
ANTISIPASI: Pondasi rumah yang longsor mulai ditangani dengan disanggah bambu-bambu. Hal itu agar longsoran tidak melebar. (Munir Abdillah/Radar Semarang)

SALATIGA— Hujan deras yang mengguyur Kota Salatiga Senin (23/12) malam lalu, mengakibatkan pondasi rumah milik Suwalim di Jalan Manggasari RT 7 RW 8, Butuh, Kecamatan Tingkir, ambrol. Beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Karena saat tanah longsor, sang empu sedang tidak berada di rumah.

Dari informasi yang dihimpun di tempat kejadian, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00. Sore harinya, diketahui pondasi memang sudah diketahui retak-retak. Malam harinya, ketika hujan deras, tiba-tiba pondasi belakang rumah Suwalim yang berbatasa dengan jurang sedalam 15 meter pun longsor, lantaran terkikis air hujan dengan intensitas tinggi. “Saya mendengar suara gemuruh, ternyata setelah saya lihat, pondasi rumah kakak saya ambrol. Untung rumahnya tidak ambrol,” terang Wagiman, 43, adik Suwalim.

Menurutnya, rumah tersebut dihuni tiga orang, namun saat kejadian kondisi sedang kosong, ditinggal pemilik ke luar kota. “Tadi pagi (kemarin) dari kelurahan, kecamatan dan Korem datang melihat lokasi longsor, tapi samapai sekarang belum ada kelanjutannya,” kata Wagiman.

Koordinator Salatiga Peduli Santo Handoyo, 57, mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan para relawan untuk membantu membenahi sementara pondasi milik Suwalim. “Kami meminta kepada para aparatur pemerintah agar segera melakukan tidakan cepat, karena sekarang musim hujan, banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Oleh karena itu kami berharap pemerintah melakukan kroscek ke tempat-tempat yang longsor, supaya ada usaha pencegahan bencana banjir,” tutur Santo.
Dari pantauan wartawan, para pekerja sudah mulai membenahi pondasi dengan bambu-bambu yang ditancapkan di tanah untuk menyangga rumah Suwalim. Tidak ada aparat pemerintah daerah sekitar yang datang untuk mengevakuasi sementara dan membantu perbaikan rumah Suwalim. (mg14/zal)