SERAHKAN BANTUAN : Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (Sekjen KKP), Sjarief Widjaja saat menyerahkan BLM kepada perwakilan kelompok nelayan di Morodemak, Bonang. (Adhi/jpnn)
 SERAHKAN BANTUAN : Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (Sekjen KKP), Sjarief Widjaja saat menyerahkan BLM kepada perwakilan kelompok nelayan di Morodemak, Bonang. (Adhi/jpnn)

SERAHKAN BANTUAN : Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (Sekjen KKP), Sjarief Widjaja saat menyerahkan BLM kepada perwakilan kelompok nelayan di Morodemak, Bonang. (Adhi/jpnn)

DEMAK – Kumuhnya kampung nelayan yang ada di Indonesia mengundang perhatian dari pemerintah. Untuk mengentaskan warga kampung nelayan dari kemiskinan dan kekumuhan, pemerintah akhirnya meluncurkan seribu kampung nelayan. Demak sendiri diberi jatah lima desa di Kecamatan Bonang, untuk menikmati program tersebut.

Program yang diberi nama Seribu Kampung Nelayan Mandiri Tangguh Indah dan Maju (Sekaya Maritim) ini diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (Sekjen KKP), Sjarief Widjaja mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti yang berhalangan hadir.

Menurut Sjarief, program ini merupakan pertama kali di Indonesia. Untuk tahun 2015 ini akan ada 1.000 desa/kelurahan di 330 pelabuhan perikanan lainnya yang mendapat manfaat dari program tersebut. “Dengan adanya Program Sekaya Maritim ini akan menjadi upaya pengentasan kemiskinan nelayan secara terpadu antar lintas kementerian dan perbankan,’’ jelasnya.

Dia menambahkan terdapat beberapa program pemenuhan dasar seperti perbaikan sanitasi dan pemukiman serta dukungan pengembangan usaha produktif bagi nelayan. Pelaksanaannya berdasarkan usulan kebutuhan desa dan pelabuhan perikanan yang akan dipadukan dengan dukungan kegiatan kementerian dan perbankan. “Diharapkan nantinya pendapatan nelayan akan meningkat sehingga berdampak pada tingkat kesejahteraannya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Gellwyn Jusuf menyebutkan bahwa lima desa ini masing-masing adalah Desa Morodemak, Margolinduk, Purworejo, Gebang dan Tridonorejo. Kelima desa yang menjadi sasaran program Sekaya Matirim adalah yang berbatasan dengan pelabuhan atau sentra perikanan.

Kemudian juga diserahkan kartu BBM Nelayan, sertifikat hak atas tanah sebanyak 300 bidang serta bantuan langsung masyarakat (BLM) Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMPM) Perikanan Tangkap dengan total senilai Rp 2 miliar. BLM tersebut diberikan kepada 20 kelompok usaha bersama (KUB) dimana masing-masing kelompok menerima bantuan sebesar Rp 100 juta. (adi/jpnn/ric)