1.733 Balita di Jateng Alami Gizi Buruk

178

SEMARANG – Jumlah kasus gizi buruk di Jateng masih cukup tinggi. Sepanjang 2014 tercatat sebanyak 1.733 kasus gizi buruk. Angka kasus gizi buruk tertinggi terjadi di Kabupaten Cilacap mencapai 337 kasus. Disusul Kabupaten Banyumas 323 kasus; Kabupaten Purworejo (111 kasus), Kabupaten Demak (102 kasus) dan Kabupaten Rembang (92 kasus). Persoalan gizi buruk ini terjadi hampir di semua kabupaten/kota di Jateng.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Djoko Mardijanto, mengatakan, untuk balita yang mengalami gizi buruk biasanya disertai dengan sejumlah penyakit. Mulai dari infeksi TBC, paru dan sejumlah penyakit lain. Ketika pasien tidak ditangani secepatnya, maka akan berpotensi menimbulkan gizi buruk.

”Hampir semua kasus gizi buruk itu pasti ada penyakit penyertaan. Selain itu, juga karena kelainan konginital,” jelasnya kepada Radar Semarang.

Djoko menambahkan, ada banyak penyebab balita mengalami kekurangan gizi. Namun rata-rata penyebabnya karena ada infeksi serta berbagai penyakit dalam diri balita. Kondisi seperti ini bisa diketahui dengan semakin menurunnya nafsu makan balita dalam jangka panjang.

”Kalau sudah terkena infeksi, makanan yang dimasukkan pun tidak bisa terserap dengan bagus. Makanya akan terjadi gizi buruk,” katanya.

Sejauh ini Dinkes Jateng tidak tinggal diam menyikapi berbagai kasus tersebut. Sosialisasi terus digalakkan sampai ke tingkat pedesaan. Di antaranya, dengan dilakukan penimbangan rutin yang dilakukan di Posyandu. Selain itu, orang tua juga harus sadar pentingnya kesehatan bagi anak-anaknya. Meski begitu, masih tetap ada kasus gizi buruk yang menghantui masyarakat Jateng.

”Salah satu antisipasinya adalah dengan dilakukan deteksi balita sejak dini. Lakukan pemeriksaan rutin agar bisa mengetahui kondisi anak,” ujarnya. (fth/aro/ce1)