KENDAL— Memasang perangkap dengan aliran listrik di sawah untuk membunuh hama tikus dan hama lainnya memang efektif. Tapi harus berhati-hati, sebab salah-salah bisa memakan korban, baik itu orang lain atau keluarga sendiri.

Seperti yang dialami sepasang suami istri Khomsan, 58 dan istrinya Isrofah, 48. Warga Desa Bulu Gede, Kecamatan Patebon tersebut bernasib nahas. Bermaksud memasang jebakan tikus di sawah dengan memasang kawat yang dialiri listrik untuk mengusir hama, justru menjadi bumerang bagi keduanya.

Ya, bak peribahasa senjata makan tuan. Itulah yang dialami Khomsan dan istrinya Isrofah. Khomsan bahkan sampai harus meregang nyawa akibat tersengat listrik, sementara Isrofah kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kendal. Musibah itu bermula ketika korban Khomsan resah akan banyaknya hama tikus yang menyerang benih padi di sawahnya. Untuk mengusir tikus itu, dia memasang jebakan tikus dengan kawat yang dialiri listrik mengitari benih padi.

Bermaksud untuk mencabuti benih padi untuk ditanam, Isrofah yang tidak mengetahui ada aliran listrik jebakan tikus, langsung masuk ke areal perasawahan. Praktis aliran listrik justru tidak menyengat tikus tapi malah mengenai istrinya.

Mengetahui kejadian tersebut, Khomsan yang juga berada di sawah bermaksud untuk menolong istrinya yang tengah pingsan lantaran tersengat listrik. Khomsan panik dan tanpa pikir panjang langsung menolong sang istri dengan terjun ke persawahan. “Jadi korban lupa mematikan aliran listrik yang dipasang sendiri untuk jebakan tikus. Karena lupa mematikan aliran listrik yang dipasang mengenai dia dan istrinya yang masuk ke sawah,” ujar Asroi, kerabat dekat korban.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung membawa kedua korban ke RSUD dr Soewondo untuk mendapatkan pertolongan. Malang, Khomsan tidak dapat tertolong dan meninggal di tempat.

Isrofah mengatakan, pada saat kejadian, dia lebih dulu turun ke sawah. Ia sendiri tidak mengetahui persis kawat listrik yang dipasang suaminya. “Saya kesetrum, suami saya berusaha menolong namun ahirnya kesetrum juga,” kata Isrofah.

Petugas Polsek Patebon yang mendapatkan informasi itu langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas kepolisian langsung mencari informasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sejumlah tetangga korban dan saksi dimintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut. Saat ini kasus tersebut masih diselidiki jajaran Polsek Patebon. (bud/ric)