Pasar Bulu Dukung Destinasi Wisata

115
SIAP PINDAHAN: Tasyakuran pedagang Pasar Bulu yang digelar kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
SIAP PINDAHAN: Tasyakuran pedagang Pasar Bulu yang digelar kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
SIAP PINDAHAN: Tasyakuran pedagang Pasar Bulu yang digelar kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BALAI KOTA – Bangunan baru Pasar Bulu siap ditempati pedagang. Kemarin (23/12), para pedagang menggelar tasyakuran sebelum menempati bangunan senilai Rp 45 miliar itu. Proses tasyakuran diikuti oleh ratusan pedagang dan diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

”Hari ini (kemarin) para pedagang menggelar pengajian, mensyukuri proses perpindahan ke bangunan baru, meski belum memulai berjualan. Tapi saya lihat mereka sudah mulai menata tempat, saya perkirakan butuh waktu satu minggu untuk berbenah dan di akhir tahun ini, tepatnya sekitar tanggal 29-30 Desember, mereka sudah melakukan aktivitas berjualan,” terang wali kota.

Dia juga mengapresiasi pedagang yang bisa menerima hasil pembangunan ini dengan baik. Toh, beberapa program pembangunan pasar ini sejatinya untuk para pedagang maupun rakyat. Pihaknya meminta pedagang bisa merawat bangunan pasar, utamanya terkait kebersihannya.

Dalam kegiatan kemarin, wali kota yang akrab disapa Hendi ini juga meminta pedagang mengusulkan fasilitas yang memang dirasa masih kurang. Seketika itu juga sejumlah pedagang pun melontarkan harapannya, seperti keberadaan musala yang belum ada, kemudian tangga yang perlu ditambah, serta besi pengait daging.

”Saya minta pedagang untuk mengusulkan apa saja yang masih kurang, dan yang masuk ke kita adalah musala, besi pengait untuk pedagang daging, serta tangga yang perlu dibenahi dan ditambah. Kita akan sempurnakan kekurangan itu dengan anggaran 2015,” janji Hendi.

Wali kota berharap dengan keberadaan bangunan baru Pasar Bulu ini juga dapat mendongkrak kunjungan wisatawan di Kota Semarang. Mengingat keberadaan Pasar Bulu sangat strategis, dikelilingi bangunan heritage, seperti Lawangsewu, Museum Mandala Bhakti, Wisma Perdamaian dan Tugu Muda.

”Saya rasa ini menjadi salah satu ikon dan wisata belanja untuk orang-orang di luar Kota Semarang. Mengingat letaknya yang strategis,” tandasnya.

Sementara itu, para pedagang pun antusias agar bisa segera menempati bangunan baru. ”Kami berterima kasih kepada Pemkot Semarang yang telah membangunkan Pasar Bulu menjadi lebih bagus dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Semoga dengan kondisi pasar yang lebih baik ini, pemebelinya juga banyak,” ujar Siti Arya, salah seorang pedagang.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko menyatakan, proses pembagian lapak dan kios sudah selesai pada Sabtu lalu. Dalam beberapa hari ini pedagang sudah mulai mengemas dagangannya dari tempat relokasi sementara ke dalam bangunan baru.

”Paling tidak tanggal 30 Desember pedagang sudah bisa beraktivitas. Karena di tanggal itu sekaligus peresmian yang dilakukan oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil,” tandasnya. (zal/aro/ce1)