Longsor Rusak 15 Fasilitas Umum

102
BENCANA: Salah satu longsor di Kecamatan Selomerto merusak saluran irigasi. (DOK HUMAS PEMKAB WONOSOBO)
BENCANA: Salah satu longsor di Kecamatan Selomerto merusak saluran irigasi. (DOK HUMAS PEMKAB WONOSOBO)
BENCANA: Salah satu longsor di Kecamatan Selomerto merusak saluran irigasi. (DOK HUMAS PEMKAB WONOSOBO)

WONOSOBO – Hujan deras yang terus terjadi di Wonosobo masih berpotensi menimbulkan longsor. Salah satu kecamatan yang mengalami kerugian cukup banyak akibat longsor yakni Watumalang. Sedikitnya 15 fasilitas umum (fasum) di wilayah itu, rusak berat akibat longsor yang terjadi sepanjang bulan Desember 2014.

“Kerugian material yang ditimbulkan sudah kami taksir mencapai Rp 3 miliar lebih,” kata Camat Watumalang Bambang Sutarno, Selasa (23/12).

Longsor diketahui merusak dua senderan, yaitu di Masjid Abdul Wahab di Dusun Lengkong Desa Binangun dan jalan Dusun Sumber, Desa Lumajang. Kerugian di dua tempat ini diperkirakan mencapai Rp 2,2 miliar. Longsor juga menimpa talut, jembatan, irigasi, poli kesehatan desa, dan Taman Pendidikan Alquran. “Longsor juga menimpa rumah warga,” katanya
Ditambahkan Bambang, sebanyak 66 rumah tersebar di Desa Binangun, Wonokampir, Lumajang, Kuripan, Gondang, Kalidesel, Gumawang Kidul , Pasuruan dan Limbangan mengalami kerusakan kategori sedang sampai berat. Kerugian dari rusaknya rumah-rumah warga tersebut, cukup variatif mulai dari kisaran Rp 5 juta – Rp 25 juta.

“Korban jiwa satu orang, di Desa Pasuruhan meninggal dunia setelah terkubur longsor sepulang dari ladang,” katanya. Untuk keperluan perbaikan, baik rumah warga maupun fasilitas umum, Bambang mengaku telah mengajukan permohonan bantuan kepada pihak Pemerintah Kabupaten.

Hal serupa terjadi di Kecamatan Selomerto. Camat setempat Supratman mengatakan, longsor terjadi di 2 Desa, yaitu Krasak dan Simbarejo. Total kerugian mencapai Rp 277 juta. Selain beberapa rumah warga, longsor di Selomerto juga mengakibatkan senderan dam Silebuh, dam Kemiri, dan saluran irigasi Kendil Wesi rusak berat.
“Kami berharap untuk perbaikan sarana publik didahulukan melalui anggaran pemkab,” jelasnya. (ali/ton)