Kesadaran Pengembang Minim

187
PSU: Kepala DTKP Kota Semarang Agus Riyanto saat menandatangani MoU penyerahan PSU dari pengembang perumahan ke Pemkot Semarang, di Ballroom Tamrin Square, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
PSU: Kepala DTKP Kota Semarang Agus Riyanto saat menandatangani MoU penyerahan PSU dari pengembang perumahan ke Pemkot Semarang, di Ballroom Tamrin Square, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
PSU: Kepala DTKP Kota Semarang Agus Riyanto saat menandatangani MoU penyerahan PSU dari pengembang perumahan ke Pemkot Semarang, di Ballroom Tamrin Square, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)

BALAI KOTA – Banyak pengembang perumahan tidak memperhatikan pembangunan saluran dengan baik, sehingga berdampak terhadap warga sekitarnya. Kalaupun ada yang membangun, enggan memberikan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) kepada Pemkot Semarang.

”Meski sudah ada aturannya, pengembang masih enggan berikan fasum dan fasos ke pemkot,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat penandatanganan MoU terkait penyerahan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) antara pengembang dengan pemkot, di Ballroom Tamrin Square, kemarin (23/12).

Menurutnya banyak pengembang berdalih takut tidak dirawat oleh pemkot. Tapi kenyataan di lapangan, pengembang tidak merawat juga. Ujung-ujungnya warga komplen ke pemkot. Padahal itu belum menjadi kewenangan pemkot. ”Jika PSU tersebut belum diserahkan ke pemkot, maka pemkot tidak bisa menganggarkan biaya perawatan karena terbentur aturan. Beda halnya jika sudah diserahkan kepada pemkot, maka memiliki wewenang untuk melakukan perawatan,” kata
Hendi, sapaan akrab wali kota.

Ditegaskan, saat ini masih banyak pengembang yang tidak memperhatikan pembangunan saluran. ”Terlihat asal-asalan. Jika hujan datang, saluran tidak bisa berfungsi optimal. Yang terkena dampaknya warga sekitar,” tandasnya.
Sementara itu, dalam penyerahan PSU dari pengembang ke pemkot kemarin, total PSU yang diserahkan seluas 16.568 meter persegi (m2). PSU itu akan segera dilakukan pencatatan aset sebagai Daftar Barang Milik Daerah. Sejak tahun 2009 sampai 2013 PSU yang diserahkan pengembang sudah mencapai seluas 1.302.336 m2. Dengan tambahan penyerahan di 2014 ini total telah menjadi 1.318.904 m2. Setelah penyerahan PSU ini akan dikelola dengan baik.

”Jumlah tersebut bukan jumlah yang kecil. Terlebih semuanya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Ini merupakan tantangan bagi kami ke depan dalam melakukan pengelolaan pembangunan yang lebih baik,” ujar wali kota saat sosialisasi dan penyerahan PSU perumahan dan permukiman, kemarin.

Menurut wali kota, pengelolaan PSU ini dapat dilakukan bersama pemerintah, pengembang dan masyarakat. Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat khususnya para pengembang perumahan, ikut serta dalam menjaga dan merawat PSU. ”Syukur-syukur dapat ikut mengembangkannya sesuai dengan tuntutan perubahan zaman nantinya,” katanya.

Sejumlah pengembang perumahan yang menyerahkan PSU, di antaranya Perumahan Puri Bukit Ngaliyan, Pengembang Perumahan Mangunsari Asri di Kelurahan Mangunsari Kecamatan Gunungpati, dan pemilik lahan di lingkungan Jalan Dewi Sartika Timur V RT02 RW 05 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. (zal/ida/ce1)