CEK AMUNISI : Kapolres Magelang memimpin pasukannya dalam apel operasi ‎lilin candi 2014 di halaman mapolres, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
CEK AMUNISI : Kapolres Magelang memimpin pasukannya dalam apel operasi ‎lilin candi 2014 di halaman mapolres, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
CEK AMUNISI : Kapolres Magelang memimpin pasukannya dalam apel operasi ‎lilin candi 2014 di halaman mapolres, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Pasukan khusus penjinak bahan peledak (Jihandak) Polres Magelang mulai melakukan penyisiran ke sejumlah gereja di wilayahnya, kemarin. Tim ini difokuskan untuk mengantisipasi kerawanan saat perayaan Natal.

Kapolres Magelang AKBP Rifky mengatakan, untuk memastikan keamanan gereja, tim penjinak bahan peledak (jihandak) juga akan diterjunkan. Mereka juga akan kembali melakukan penyisiran di dalam dan sekitar gereja setidaknya 30 menit sebelum prosesi misa Natal digelar.

“Tentunya kami akan berkoordinasi dengan pihak keamanan masing-masing gereja. Kami upayakan prosesi Natal benar-benar aman dan lancar,” papar mantan Kapolres Pekalongan Kota itu.

Selain itu, pihaknya juga akan memasang alat pendeteksi logam (metal detector) yang wajib dilewati oleh setiap jamaah sebelum masuk ke dalam gereja. Hal ini untuk mengantisipasi oknum yang sengaja membawa benda-benda yang dinilai membahayakn bagi kelancaran misa Natal.

Secara keseluruhan, kata dia, tidak kurang 539 personel polisi akan dikerahkan untuk membantu kelancaran hari besar umat nasrani ini. “Kami akan terjunkan beberapa personel ke seluruh gereja di Kabupaten Magelang. Dari 21 kecamatan hanya ada 4 kecamatan yang tidak memiliki gereja, tetapi tetap akan kita amankan terutama di titik rawan,” jelas dia usai memimpin gelar pasukan operasi lilin candi di mapolres.

Rifky menambahkan, selama Natal dan tahun baru 2015, pihaknya membuat pos pemantau keamanan di titik lokasi strategis, yakni di Kecamatan Muntilan (Perbatasan Magelang-Jogjakarta), pertigaan Armada (perbatasan Kabupaten Magelang-Kota Magelang) dan kawasan Candi Borobudur. “Candi Borobudur merupakan objek vital yang juga kami prioritaskan keamanannya, apalagi pada musim liburan ini banyak pengunjung yang berwisata ke candi itu,” imbuh Rifky.

Sementara itu, sebanyak 31 gereja di Kota Magelang bakal dijaga ketat aparat Polres Magelang Kota. Selain itu, polisi juga menjaga sejumlah titik rawan seperti keramaian, dan tempat rekreasi untuk mengamankan Natal dan tahun baru 2015 ini.

“Sebanyak 31 gereja itu memang kami bedakan. Rawan 1 ada 7 gereja, rawan 2 ada 5 gereja, dan rawan 3 ada 19 gereja. Semua fungsi Polri kami kerahkan. Termasuk tim penjinak bom dari Brimob apabila diperlukan,” ujar
Kapolres Magelang Kota, AKBP Zain Dwi Nugroho usai memimpin apel persiapan operasi lilin candi Selasa (23/12) kemarin.

Sebanyak 31 gereja yang akan merayakan Natal, akan dijaga 5-10 personel polisi tergantung kondisi gereja yang dilihat dari jumlah jemaat, lokasi, dan segi ancaman.

Operasi lilin candi 2014 yang digelar selama 10 hari -mulai 24 Desember sampai 2 Januari 2015- pihaknya mengerahkan 315 polisi dan 152 personel dari unsur instansi terkait.

Pihaknya telah menyiapkan 2 pos polisi (pospol) sementara yang terletak di kawasan Alun-alun Kota Magelang dan di kawasan Soka. “Kebetulan pergantian tahun juga dibarengi dengan pencanangan Ayo ke Magelang 2015. Sehingga kegiatan terpusat di kota, kami pun memperbanyak jumlah personel yang bertugas dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Pada malam pergantian tahun, arus lalu lintas dialihkan dan disediakan 7 tempat kantong parkir. Harapannya, kawasan alun-alun steril dari pengguna kendaraan.

Untuk kelancaran lalu lintas, Zain akan tegas menindak pelanggar lalu lintas. Salah satunya yang melakukan konvoi, tidak menggunakan helm, naik di atas bak pikap, dan pelanggaran lain. (vie/put/lis)